Media Kampung – Lagu Joan of Arc di Dalam Cermin (Kagami no Naka no Joan of Arc) terus mempertahankan posisinya sebagai trek paling ikonik sekaligus sarat makna emosional dalam setlist teater legendaris Pajama Drive milik idol group JKT48. Karya musik ini sangat lekat dengan julukan “jenderal” yang disematkan khusus kepada sosok center-nya, yang diperkuat lewat koreografi gagah nan khas menggunakan atribut bendera di atas panggung teater.
Sosok Joan of Arc, yang dikenal sebagai pahlawan wanita legendaris asal Prancis, dijadikan simbol utama keberanian bagi para anggota JKT48. Pada bagian awal lagu ini, menggambarkan perjalanan emosional seorang perempuan yang perlahan berusaha bangkit dari keterpurukan mental usai mendengarkan bisikan suara kecil dari dalam dirinya sendiri. Lagu ini menggambarkan dorongan kuat untuk membuka lembaran kehidupan yang baru.
Melalui narasi lirik yang puitis dan paduan koreografi bertempo tegas, lagu ini berhasil menjadi refleksi perjuangan anak muda dalam melampaui keraguan diri demi meraih impian masa depan.
Lirik Lagu Joan of Arc di Dalam Cermin
Seseorang memanggil namaku dari dunia ini
Dengan suara yang samar, saatnya ini juga
Selalu percaya dan menunggu waktu tibanya takdir
Ingin rasanya terlahir kembali di depan cermin
Langit tanpa tempat tuk lari
Kota di mana cinta terkubur
Terbiasa di kesendirian
Hai, para gadis
Telah tiba hari bagi kita untuk bangkit
Apabila ada mimpi kaki lemah sekalipun
Dapat melangkah
Pasti terpancar di bola mata yang bulat dan manis
Tanpa ternoda
Penuh dengan harapan bermandikan cahaya
Jalan esok hari.
Aku tidak mengerti sebenarnya untuk apa kuhidup
Masa lalu diriku yang selalu terkekang erat
Suatu saat kan datang menolong pendekar berkuda putih
Diriku yang telah memutuskan rantai hati
Daripada aku meminta
Keberanian yang didapat
Kebebasan kan jadi kekuatan
Hai, para gadis
Siapa pun bisa menjadi seorang Joan Of Arc.
Langit biru luas yang telah terlupakan
Ingatlah
Punggung manusia memiliki sayap yang tak terlihat
Pastikan sadar
Menghadap ke depan memohon dengan tulus
Dan terbang ke langit.
Hai, para gadis
Telah tiba hari bagi kita untuk bangkit
Apabila ada mimpi kaki lemah sekalipun
Dapat melangkah
Pasti terpancar di bola mata yang bulat dan manis
Tanpa ternoda
Penuh dengan harapan bermandikan cahaya
Jalan esok hari.













