Media Kampung, Banyuwangi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi menginformasikan bahwa sejumlah titik panas masih terdeteksi di wilayah Tapal Kuda. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat kondisi cuaca yang masih relatif kering.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah L., S.Tr.Met, menyatakan dalam segmen Info Cuaca RRI Jember pada Jumat, 2 Oktober 2026, bahwa berdasarkan hasil pemantauan pada 1 Oktober 2026, titik panas tersebut menyebar hampir merata di seluruh kabupaten dengan tingkat confidence sedang hingga tinggi. “Keberadaan titik panas ini perlu menjadi perhatian, terutama karena lahan di sejumlah wilayah masih dalam keadaan kering,” ujarnya.
BMKG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara terbuka, khususnya di lahan kering dan kawasan yang rawan terbakar. Selain itu, pemantauan terhadap daerah yang berpotensi mengalami kebakaran juga perlu ditingkatkan. “Kami merekomendasikan untuk menghindari pembakaran terbuka di lahan kering, hutan, dan area yang rawan terbakar,” tambah Ganis.
Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan informasi hotspot sebagai indikator kewaspadaan, serta segera meningkatkan perhatian apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Ganis menekankan pentingnya mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, karena kondisi cuaca dapat berubah dan berpengaruh terhadap tingkat kerawanan kebakaran.
Menurut prakiraan cuaca BMKG Banyuwangi untuk Jumat, 2 Oktober 2026, wilayah Tapal Kuda secara umum masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga sore hari. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 21-32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 40-93 persen. Angin dominan bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 40 kilometer per jam. Kondisi angin yang meningkat dibandingkan hari sebelumnya juga menjadi perhatian bagi masyarakat.
BMKG memperkirakan bahwa awal musim hujan di kawasan Tapal Kuda akan berlangsung secara bertahap. Wilayah bagian barat Banyuwangi diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November dasarian III, sedangkan sebagian besar wilayah lainnya diperkirakan memasuki musim hujan pada Desember 2026. Hingga memasuki periode tersebut, masyarakat di wilayah Tapal Kuda diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama selama kondisi cuaca masih kering.














