Media Kampung – Real Madrid menghadapi tantangan besar setelah mengalami dua musim berturut-turut tanpa meraih satu pun trofi, yang dianggap berhubungan erat dengan pensiunnya Toni Kroos, sosok kunci di lini tengah mereka selama satu dekade. Kroos, yang telah mengabdi selama 10 tahun di Santiago Bernabeu, berhasil mempersembahkan 22 trofi, termasuk empat gelar LaLiga dan lima Liga Champions, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub.

Setelah pensiun, Real Madrid mulai merasakan dampak kehilangan Kroos, yang dikenal sebagai jenderal lapangan tengah. Dalam 465 penampilannya, Kroos mencetak 28 gol dan memberikan 93 assists, berkolaborasi dengan Luka Modric dan Casemiro untuk membentuk trio lini tengah yang legendaris. Kini, di bawah kepemimpinan Jose Mourinho, Los Blancos berusaha bangkit dari keterpurukan.

Davide Ancelotti, mantan asisten pelatih Madrid yang kini melatih Lille, menjelaskan bahwa kehilangan Kroos adalah sebuah kehilangan yang tidak tergantikan. “Ketika Modric atau Kroos ada di lapangan, setiap pergerakan ke ruang kosong selalu diikuti dengan umpan yang tepat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kemampuan pengumpan dalam permainan vertikal, yang kini sulit ditemukan di antara pemain yang ada saat ini.

“Anda tidak bisa mengatakan bahwa saya butuh Kroos lainnya, karena memang tidak ada yang seperti dia,” tambah Davide. “Dia adalah pemilik permainan yang mengendalikan tempo sesuai ritme yang diinginkan. Kehilangan Toni sangat sulit dan mendalam bagi cara bermain Real Madrid,” pungkasnya.

Real Madrid kini bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan, namun tantangan yang dihadapi pasca-pensiunnya Kroos menjadi pengingat akan betapa pentingnya peran sang pemain dalam kesuksesan tim selama ini.