Media Kampung, Pemalang – Penyelidikan kasus bullying yang menewaskan Muhammad Hasbi Al Aqib, seorang siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, terus berlanjut. Polisi telah memeriksa enam saksi untuk mendalami situasi yang dialami Aqib sebelum meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan tersebut melibatkan teman-teman korban, pihak sekolah, dan orang tua korban.
Kasus ini dimulai ketika Aqib mengeluhkan sakit perut pada 17 September dan harus dirawat di rumah sakit. Selama perawatan, ia mengalami muntah berat dan BAB berdarah. Kepada keluarganya, Aqib mengaku pernah dipukul oleh tiga kakak kelasnya yang merupakan siswa kelas 5 dan 6.
Aqib menjalani perawatan selama sembilan hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Rabu, 30 September. Polisi sebelumnya telah melakukan autopsi terhadap jenazah Aqib di RSUD Ashari, Pemalang, untuk mengetahui penyebab kematiannya dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga berusaha mencari rekaman dari kamera pengawas, namun sayangnya sekolah tersebut belum dilengkapi dengan CCTV. Meskipun demikian, Wildan memastikan bahwa ketiadaan CCTV tidak akan menghambat penyelidikan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum proses penyelidikan selesai, terutama karena ini adalah kasus anak-anak.
Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tragis ini dan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.













