Media Kampung, Buleleng – Pramuka Gugus VI Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) sebagai kegiatan puncak dari rangkaian latihan gabungan untuk menanamkan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan siswa sejak bangku sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung pada 3-4 Oktober 2026 di Lapangan Labuan Aji, Desa Temukus, melibatkan siswa kelas empat hingga enam dari enam sekolah dasar yang tergabung dalam gugus tersebut, yaitu SD Negeri 2 Kayuputih, SD Negeri 3 Kayuputih, SD Negeri 4 Kayuputih, SD Negeri 1 Tirtasari, SD Negeri 2 Tirtasari, dan SD Negeri Banyuseri.
Ketua Panitia Persami yang juga Pembina Pramuka SD Negeri Banyuseri, I Putu Open, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Pramuka Hebat, Berkarakter, dan Berbakti untuk Sekolah, Bangsa, dan Negara”. “Pembiayaan kegiatan ini dilakukan secara gotong royong melalui iuran bersama seluruh sekolah peserta. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan antarsekolah dalam gugus yang bergiliran menjadi tuan rumah,” ungkap Open.
Sebanyak 12 barung (regu) putra dan putri didampingi pembina dari masing-masing sekolah dilibatkan dalam perkemahan ini. Rangkaian kegiatan dimulai sejak Sabtu pagi dengan registrasi, pendirian tenda, dan upacara pembukaan. Para peserta menerima materi kepramukaan, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), keterampilan semaphore, hingga tali-temali. Untuk menguji sportivitas dan kekompakan, panitia merancang sejumlah permainan beregu seperti lomba tongkat, estafet balon air, serta memindahkan pipet ke dalam botol.
“Para siswa dilatih untuk disiplin, memiliki rasa tanggung jawab, dan mandiri agar bisa hidup di tengah-tengah masyarakat,” tutur Open. Memasuki malam hari, rangkaian perkemahan diisi dengan sembahyang bersama, penyalaan api unggun, dan ajang unjuk kreativitas melalui pentas seni antarsekolah. Malam keakraban ditutup dengan sesi renungan malam bersama para pembina untuk memaknai persaudaraan, tanggung jawab, dan rasa syukur.
Pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi, kegiatan diakhiri dengan senam bersama, upacara penutupan, serta pembongkaran tenda dan pembersihan area perkemahan. “Saya berharap para siswa yang mengikuti kegiatan Persami ini bisa mengetok tularkan ilmu yang sudah didapatkan,” harap Open.














