Media Kampung, Jakarta – Kehadiran pedangdut Dewi Perssik dalam serial drama terbaru “Suara Hati” membawa kembali kenangan emosional masa lalunya. Dalam perannya sebagai Melodi, seorang penyanyi yang memulai karir dari nol, Dewi teringat masa-masa sulit saat ia pertama kali mencoba peruntungannya di industri hiburan Jakarta puluhan tahun yang lalu.
“Hampir mirip, cuma bedanya aku ketika di Jakarta masih gadis. Tapi di serial ini, saya di Jakarta sudah meninggalkan anak,” ujar Dewi dalam jumpa pers di MD Place, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan, “Aku bertahan hidup di Jakarta sampai akhirnya bisa sukses, meskipun pada akhirnya aku kehilangan keluargaku. Ceritanya sangat sedih, bahkan saat membaca skenarionya aku sampai menangis.”
Proyek ini juga menjadi reuni bagi Dewi dengan rumah produksi yang telah melambungkan namanya 20 tahun lalu. “Banyak tawaran dari rumah produksi lain, tapi hati aku klik dengan MD Entertainment,” tambahnya.
Dalam proses syuting, Dewi mengaku memiliki jadwal yang sangat padat. Ia tetap mengisi program reguler di televisi dan mengorbankan waktu istirahatnya. “Ya udahlah, sehari tidur tiga jam. Biasanya setelah program Pagi Pagi Ambyar, aku langsung persiapan untuk stasiun televisi lain. Jika memungkinkan, aku bisa tiga program dalam sehari,” ujarnya.
Dewi juga menghadapi tantangan dari naskah yang sarat drama. Berperan sebagai tokoh yang memiliki trauma mendalam, ia harus melakukan banyak adegan menangis. “Kesulitannya adalah berakting sesuai karakter Melodi, yang banyak menangis, jadi aku harus banyak belajar juga,” jelasnya.
Namun, suasana kerja sama yang baik di lokasi syuting sangat membantu, menurutnya. “Luar biasa, mereka sangat bisa diajak kerja sama. Akting anak-anaknya juga lucu-lucu, kita sama-sama belajar di lokasi syuting,” ungkap Dewi.
Serial “Suara Hati” mengangkat kisah emosional yang berlatar belakang industri musik dangdut. Cerita ini berfokus pada Melodi, diva dangdut sukses yang menyimpan rahasia masa lalu karena pernah meninggalkan putri kecilnya demi mengejar karir 20 tahun silam. Konflik semakin memanas ketika Nisa, penyanyi muda berbakat, hadir dalam hidupnya.












