Media Kampung – Merger antara Paramount Pictures dan Warner Bros Discovery telah resmi selesai, membentuk entitas baru bernama Skydance. Proses akuisisi ini menjadi salah satu yang termahal dalam sejarah industri film Hollywood, mencapai nilai USD 111 Miliar atau setara dengan Rp 1,981 Triliun.
CEO Paramount, David Ellison, mengumumkan bahwa merger ini telah disetujui setelah menyelesaikan sengketa hukum dengan 12 jaksa agung negara bagian yang sebelumnya mengajukan gugatan antimonopoli. Kesepakatan ini memperkuat posisi Skydance dalam industri hiburan yang semakin kompetitif.
Ellison, yang juga menjabat sebagai Chairman dan CEO Skydance, menekankan pentingnya kreativitas dalam penuturan cerita. “Dengan menggabungkan kedua studio ikonis ini, kami tidak hanya memperkuat mesin penggerak, tetapi juga melestarikan identitas masing-masing,” katanya.
Nama Skydance bukanlah hal baru dalam dunia hiburan, dikenal melalui film-film berprestasi seperti Top Gun: Maverick dan seri Mission Impossible. Ellison memilih nama ini sebagai bentuk penghormatan terhadap studio yang didirikannya dua dekade lalu.
Meskipun Skydance berfungsi sebagai payung korporat baru, Paramount dan Warner Bros akan tetap beroperasi di bawah nama mereka masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menjaga keunikan dan warisan budaya yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dalam hal aset, Skydance kini memiliki portofolio yang mencakup franchise terkenal seperti Harry Potter, Lord of the Rings, dan Game of Thrones. Dengan adanya merger ini, diharapkan akan ada integrasi yang lebih baik terhadap layanan streaming dan katalog film dari kedua studio.
David Ellison menambahkan, “Kami ingin memastikan bahwa baik Paramount maupun Warner Bros tetap dapat mempertahankan identitas mereka yang telah melekat di hati penonton selama ini.” Dengan begitu, Hollywood kini memiliki pemain baru yang siap bersaing dengan raksasa lain seperti Disney.













