Media Kampung, Bali – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali telah mencatat pencapaian signifikan dengan melayani 15,5 juta penumpang dari Januari hingga Agustus 2026. Dari total tersebut, 10 juta penumpang merupakan pelaku perjalanan internasional sementara 5,5 juta lainnya adalah penumpang domestik. Angka ini menegaskan posisi Bali sebagai destinasi wisata yang diminati baik oleh pelancong dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan jumlah penerbangan mencapai 94 ribu pergerakan pesawat, yang terdiri atas 52 ribu penerbangan internasional dan 42 ribu penerbangan domestik, Bandara Ngurah Rai terus menunjukkan peningkatan dalam pelayanan transportasi udara. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Nugroho Jati, mengungkapkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi para pengguna jasa bandara.

Rute internasional dengan pergerakan penumpang tertinggi adalah Singapura, dengan 1,7 juta penumpang, diikuti oleh Kuala Lumpur, Perth, Melbourne, dan Sydney. Sementara itu, rute domestik yang paling sibuk adalah dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, dengan 2,5 juta penumpang, diikuti oleh Surabaya dan beberapa kota lainnya.

Data dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai menunjukkan bahwa Bali menerima 4,7 juta wisatawan mancanegara selama periode yang sama. Wisatawan asal Australia menduduki posisi tertinggi dengan 1,1 juta orang, diikuti oleh wisatawan dari China, India, Britania Raya, dan Korea Selatan.

Untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, Bandara Ngurah Rai telah mengoperasikan Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik sejak 17 Agustus 2026. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bandara Ngurah Rai sebagai hub penerbangan yang penting di kawasan ini.

Nugroho Jati menambahkan bahwa pengembangan fasilitas ini mempermudah transfer penumpang antara penerbangan internasional dan domestik, sehingga semakin memperkuat daya tarik Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama ke Indonesia.