Media Kampung, Gunungkidul – Empat warga Dusun Pelem, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul dinyatakan positif antraks setelah mengonsumsi daging kambing yang sakit dan mati mendadak. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, pada Jumat, 21 Oktober 2026. Menurutnya, warga mengadopsi tradisi lokal bernama brandu, yaitu membeli ternak yang mati untuk meringankan beban pemiliknya.

Ismono menjelaskan, pada bulan September, beberapa warga mengalami gejala seperti koreng di kulit yang mengindikasikan kemungkinan terpapar antraks. Dari total tujuh orang yang diperiksa, empat di antaranya dinyatakan positif berdasarkan hasil tes PCR. “Luka-luka kayak koreng di kulit itu. Dan kita ambil swab-nya,” tambahnya.

Meski demikian, kondisi keempat warga tersebut saat ini sudah membaik, dan mereka dinyatakan sehat. Pemantauan kesehatan juga dilakukan terhadap 47 orang yang memiliki riwayat kontak dengan hewan atau produk hewan dari kambing tersebut. Mereka yang dianggap berisiko turut diberikan profilaksis untuk mencegah kasus tambahan.

Ismono menegaskan bahwa tidak ada kasus baru yang dilaporkan, dan pihaknya terus mensosialisasikan agar tradisi brandu tidak dilanjutkan. “Jadi sebetulnya sudah kita dari teman-teman di peternakan kalau ada hewan seperti itu jangan disembelih,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya mengonsumsi daging dari hewan yang sakit, dan perlunya tindakan pencegahan dalam menjaga kesehatan masyarakat dan ternak.