Media Kampung, Purwakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melepas 125 truk berisi 500 ribu keping genteng di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (21/02/2026). Langkah ini merupakan bagian dari Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan penggunaan genteng pada rumah masyarakat sekaligus menggerakkan industri genteng dalam negeri.
Tujuan Program Gentengisasi
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa program gentengisasi bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan genteng daripada material lain seperti seng dan asbes. Berdasarkan data, baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang menggunakan genteng. Genteng dianggap lebih nyaman karena mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising saat hujan, mendukung gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang disampaikan Presiden Prabowo.
Keunggulan Genteng dan Dampak Ekonomi
Genteng tanah liat juga menjadi bagian dari karakter arsitektur tradisional Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan genteng, terutama dari daerah-daerah sentra produksi seperti Jawa Barat yang sudah memiliki tingkat penggunaan genteng sekitar 87 persen. Daerah yang masih rendah penggunaan genteng seperti sebagian wilayah Jawa Barat dan Sumatera akan menjadi target pengiriman genteng dari Purwakarta.
Peningkatan permintaan genteng diperkirakan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat mulai dari produsen, penjual, hingga sektor transportasi. Menteri PKP juga mendorong penggunaan genteng tanah liat pada rumah subsidi, bantuan, dan program bedah rumah agar program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pelaksanaan dan Dukungan Pemerintah
Pelepasan 125 truk genteng yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) ini menandai tahap awal pengiriman ke sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat. Genteng yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Plered akan digunakan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.
Acara pelepasan turut dihadiri oleh pejabat tingkat provinsi dan kabupaten termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Herman Suryatman, serta Bupati Purwakarta dan Majalengka. Mendagri mengapresiasi peran Menteri PKP yang mendorong pengembang untuk menggunakan genteng serta Presiden Prabowo yang menginisiasi program ini.
Harapan untuk Pengembangan Sentra Genteng
Program Gentengisasi diharapkan dapat menggerakkan sentra produksi genteng di berbagai daerah seperti Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta. Dengan meningkatnya permintaan genteng, sektor industri genteng tradisional dan UMKM di daerah tersebut akan memperoleh dorongan ekonomi yang signifikan.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat karakter arsitektur lokal, meningkatkan kenyamanan hunian masyarakat, dan memajukan perekonomian berbasis produk lokal yang berkualitas dan berstandar nasional.















Tinggalkan Balasan