Media Kampung, Kudus – Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qudsiyyah di Kudus, Jawa Tengah, berhasil menciptakan robot inovatif yang dirancang untuk mengajak anak-anak lebih aktif bergerak dan sekaligus mengasah kemampuan berpikir komputasional. Robot yang dinamakan “Robot Linetrace” ini merupakan hasil karya lima siswa MI yang mengikuti Festival Berpikir Komputasional di GOR Djarum Jati, Kudus.
Kelima siswa yang terlibat dalam pembuatan robot ini adalah Arjuna Rafa Adrian (kelas 3), Zidni Ilma Nafiza (kelas 5), serta Tristhan Athallah Faqih Rahman, Muhammad Khaizuran Husein, dan Muhammad Fakhri Zafran Asyraf (kelas 6). Mereka didampingi oleh pembimbing robotik, Muhammad Sirrul Wafa, dan mengikuti ekstrakurikuler robotik setiap Sabtu sore.
Tujuan dan Fungsi Robot Linetrace
Robot ini diciptakan dengan tujuan utama mengatasi masalah literasi fisik anak-anak yang cenderung kurang bergerak. Robot Linetrace bekerja dengan mengikuti jalur isolasi berwarna hitam menggunakan sensor inframerah dan mampu bergerak otomatis mengikuti lintasan tersebut. Robot ini berhenti di empat pos tertentu yang masing-masing memberikan instruksi untuk melakukan aktivitas fisik yang bervariasi agar anak-anak tidak malas bergerak.
Keempat pos tersebut dinamai “Pos Semangat Berani”, “Pos Tangkas Jasmani”, “Pos Ilmu dan Adab Sehat”, dan “Pos Istiqomah Sehat”. Setiap pos mengajak anak-anak melakukan gerakan fisik sesuai instruksi yang diberikan oleh robot stasiun, yang dikendalikan oleh robot kereta yang bergerak menuju stasiun tersebut.
Proses Pembuatan dan Pembelajaran Robotik
Proses pembuatan robot ini memakan waktu sekitar satu bulan dengan pendampingan guru dan menggunakan aplikasi coding dasar PictoBlox untuk memprogram pergerakan serta instruksi robot. Kegiatan ini tidak hanya menstimulasi fisik anak-anak, tetapi juga melatih kemampuan berpikir komputasional melalui empat aspek utama: abstraksi, algoritma, dekomposisi, dan rekognisi pola.
Metode pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah serta mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari secara kritis dan kreatif.
Prestasi dan Dampak Positif
Dalam Festival Berpikir Komputasional yang diselenggarakan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation, MI Qudsiyyah berhasil membawa pulang 10 piala, menunjukkan keberhasilan dan potensi besar siswa serta guru dalam bidang robotik dan teknologi pendidikan. Efektivitas penggunaan robot dalam mendorong aktivitas fisik anak mencapai sekitar 80 persen, dengan anak-anak antusias mengikuti instruksi robot.
Salah satu siswa pembuat robot, Tristhan Athallah Faqih Rahman, mengaku senang sekaligus tertantang dalam proses pembuatan robot, terutama pada bagian pemrograman dan perkabelan. Pengalaman ini memberikan pembelajaran berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan inovasi di bidang teknologi dan pendidikan.
Pengembangan ke Depan
MI Qudsiyyah berencana untuk terus mengembangkan penggunaan robot sebagai media pembelajaran yang menggabungkan literasi fisik dan teknologi. Pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, tetapi juga membantu anak-anak menjadi lebih aktif secara fisik serta percaya diri dalam menghadapi tantangan pembelajaran masa depan.














Tinggalkan Balasan