Media Kampung – Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan menegaskan komitmennya mempertemukan beragam genre musik dan generasi dalam satu perayaan besar. Festival ini menghadirkan delapan panggung dengan karakter dan kurasi yang berbeda, menyesuaikan perubahan cara generasi baru menikmati serta mendiskusikan musik.

David Karto, Director Synchronize Fest, menyatakan bahwa tahun ini menjadi momentum untuk mengingat kembali gagasan awal festival sebagai fondasi yang tetap hidup meski menghadapi dinamika zaman. Pendekatan ini memperkaya pengalaman penonton dari berbagai latar belakang generasi, terutama generasi Z.

Delapan Panggung dengan Karakter Beragam

Synchronize Fest 2026 menyuguhkan delapan panggung utama, yaitu Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr. Masing-masing memiliki ekosistem musik dan pendekatan unik. Tahun ini, Gigs Stage untuk pertama kalinya dikurasi oleh Krapela, ruang modular kreatif di Blok M, Jakarta Selatan. Sejumlah musisi seperti Alice, Aryo Adhianto, dan Masakre akan tampil di sini.

Oleng Upuk didukung oleh LaMunai Records yang menghadirkan berbagai eksplorasi musik dengan penampil seperti Aneka Nada Selekta, Habibi Funk, dan penampilan khusus Dipha Barus Pop Samping. Panggung Getarrr, yang dikurasi oleh kolektif Kobra Musik, menampilkan musik orkes dari berbagai daerah Indonesia, termasuk Babaloman dan Orkes Bagong Februari.

RedWhite Jazz Lounge Hidupkan Kembali Semangat Jazz

RedWhite Jazz Lounge kembali hadir sebagai ruang jazz yang mengedepankan inovasi dan interaksi, dikurasi oleh Indra Lesmana. Ruang ini tidak hanya menampilkan pertunjukan jazz konvensional tetapi juga jam session, live session, DJ set, talkshow, serta games. Artis seperti LLW, Gerald Situmorang, dan Teza Sumendra akan mengisi program di sini. Kehadiran kembali RedWhite Jazz Lounge menjadi cara untuk mengapresiasi perjalanan jazz Indonesia dari perspektif generasi muda saat ini.

Perpaduan Genre dan Generasi dalam Satu Festival

Synchronize Fest 2026 juga menjadi panggung untuk musisi lintas genre dan generasi, mulai dari Afgan, Efek Rumah Kaca, hingga Ayu Ting Ting dan Rizky Febian. Festival ini menawarkan ruang bagi berbagai wilayah, skena, serta selera musik Indonesia untuk berkumpul dan merayakan keberagaman budaya musik Tanah Air.

Dengan konsep yang mengakar namun tetap dinamis, Synchronize Fest 2026 menegaskan posisinya sebagai festival musik yang tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penghubung antar generasi dalam dunia musik Indonesia.