Media Kampung, Semarang – BYD, produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, mengumumkan pencapaian signifikan dengan lebih dari 3.000 konsumen kendaraan listrik di Jawa Tengah hingga September 2026. Angka ini menunjukkan sekitar 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik di wilayah tersebut, menandai pertumbuhan pesat di luar pasar utama seperti Jakarta.

Perkembangan Pasar Kendaraan Listrik di Jawa Tengah

Menurut Luther Panjaitan, Head of Public Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Jawa Tengah menjadi wilayah penting dalam ekspansi kendaraan listrik BYD. Penetrasi pasar yang meningkat mendorong BYD untuk memperluas jaringan penjualan dan layanan di daerah tersebut. Saat ini, BYD Group telah mengoperasikan tujuh lokasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dengan rencana penambahan hingga 16 lokasi baru dalam tahun ini.

Peluang Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Luther menambahkan bahwa meskipun kendaraan berbahan bakar fosil masih mendominasi pasar Indonesia dengan 65 persen kendaraan, peluang pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Tengah sangat besar. Transisi dari mesin pembakaran internal ke kendaraan elektrifikasi diperkirakan akan terus meningkat seiring kesadaran dan infrastruktur yang berkembang.

Inovasi Teknologi BYD

Untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen, BYD menawarkan lebih dari satu teknologi kendaraan listrik. Selain kendaraan berbasis baterai (BEV), BYD juga menyediakan teknologi plug-in hybrid yang dinamakan Dual Mode (DM). Model terbaru, BYD M6 DM, diluncurkan pada Mei 2026 di Indonesia, melengkapi ekosistem kendaraan energi baru BYD.

Capaian Nasional BYD

Secara nasional, BYD mencatat penjualan sebanyak 40.700 unit kendaraan listrik dari Januari hingga Agustus 2026. Dengan capaian ini, perusahaan menguasai sekitar 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia, menegaskan posisi BYD sebagai pemain utama di industri otomotif listrik Tanah Air.