Media Kampung, Pandeglang – Kekeringan yang melanda Kabupaten Pandeglang telah menyebabkan sekitar 300 hektare lahan sawah mengalami dampak serius. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) sedang melakukan identifikasi lokasi terdampak untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Identifikasi dan Prioritas Bantuan
Kepala DPKP Pandeglang, Tanti Yulianti, menjelaskan bahwa tim sarana dan prasarana tengah melakukan pendataan di lapangan untuk memetakan wilayah yang paling membutuhkan penanganan. Pendataan ini sejalan dengan program bantuan air tanah (ABT) yang digagas oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten.
“Ada 300 hektare sawah yang terdampak, dan kami sedang mengidentifikasi agar bantuan bisa difokuskan pada daerah prioritas,” ujar Tanti.
Syarat Penerima Bantuan
DPKP menetapkan bahwa petani penerima bantuan harus tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Hal ini bertujuan menjaga transparansi serta akuntabilitas penyaluran bantuan.
Beberapa petani yang belum bergabung dalam kelompok tani mengeluhkan harga pupuk yang masih tinggi karena tidak tercatat sebagai penerima bantuan. Tanti menegaskan bahwa bantuan tidak dapat diberikan secara langsung kepada petani yang belum terdata.
Upaya Pemerintah dan Tantangan
Pemerintah kabupaten dan provinsi berkomitmen menyalurkan bantuan air tanah secara tepat sasaran dengan mengutamakan keadilan dan transparansi. Namun, tantangan muncul dari koordinasi petani yang masih tersebar dan belum bergabung dalam kelompok tani resmi.
Upaya koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas bantuan dan mendorong petani untuk mendapatkan perlindungan serta dukungan yang lebih baik dari pemerintah.
Signifikansi Penanganan Kekeringan
Kekeringan yang berdampak pada sawah di Pandeglang berpotensi mengganggu produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, pendataan dan penyaluran bantuan menjadi langkah krusial dalam mitigasi dampak kekeringan tersebut.
Dengan strategi yang tepat, diharapkan produksi pangan di wilayah ini dapat tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim yang tidak menentu.








Tinggalkan Balasan