Media Kampung – Penjualan kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sebesar 208,65 persen pada Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total penjualan wholesales PHEV mencapai 8.457 unit, naik dari 2.740 unit pada tahun 2025.
Peningkatan ini juga berpengaruh pada pangsa pasar PHEV di pasar otomotif nasional, yang naik dari 0,54 persen pada Januari-Agustus 2025 menjadi 1,41 persen di periode yang sama tahun 2026. Lonjakan ini didorong oleh kehadiran sejumlah model baru, terutama dari produsen asal China yang mendominasi pasar.
Dominasi Mobil China dalam Pasar PHEV Nasional
Salah satu model yang paling menonjol adalah BYD M6 Cross DM-i yang berhasil menguasai lebih dari separuh pangsa pasar PHEV dengan penjualan 4.423 unit selama delapan bulan pertama 2026. Selain BYD, merek China lain seperti Chery juga menunjukkan performa kuat melalui model Tiggo 8 CSH dengan penjualan 1.999 unit dan Tiggo 9 CSH yang terjual 497 unit.
Model lain dari produsen China seperti Geely Starray DM-i, Wuling Eksion PHEV, dan Wuling Darion PHEV juga mencatat angka penjualan yang cukup baik. Geely Starray DM-i terjual 334 unit, sedangkan Wuling Eksion dan Darion masing-masing mencatat penjualan 359 dan 315 unit.
Performa Beragam Model PHEV Tahun ke Tahun
Meski secara keseluruhan penjualan PHEV meningkat, beberapa model menunjukkan penurunan penjualan. Chery Tiggo 8 CSH mencatat penurunan 9,05 persen dari 2.198 unit menjadi 1.999 unit. Jaecoo J7 SHS juga mengalami penurunan signifikan sebesar 42,23 persen, dari 438 unit menjadi 253 unit.
Di sisi lain, Mazda CX-8 PHEV membukukan kenaikan penjualan sebesar 67,34 persen, dengan total 82 unit terjual pada periode Januari-Agustus 2026.
Segmen Mewah Alami Penurunan Penjualan
Segmen kendaraan PHEV mewah justru mengalami penurunan tajam. Volvo XC90 PHEV turun 52,94 persen dengan hanya 8 unit terjual, sedangkan Volvo XC60 PHEV anjlok 90,47 persen menjadi 2 unit. BMW XM PHEV juga turun drastis menjadi 2 unit dari 15 unit tahun sebelumnya. Lexus NX450h menunjukkan penjualan yang stagnan dengan hanya 1 unit terjual di kedua periode.
Tren dan Prospek Pasar PHEV di Indonesia
Ketersediaan model PHEV dengan mesin efisien dan harga kompetitif semakin banyak di pasar Indonesia. Hal ini diprediksi akan semakin memperkuat daya tarik teknologi hybrid plug-in bagi konsumen otomotif domestik. Penjualan PHEV juga menunjukkan tren kenaikan tipis sebesar 1,01 persen dibanding Juli 2026, dengan 1.993 unit terdistribusi pada Agustus 2026.
Model BYD M6 DM tetap menjadi yang terlaris pada Agustus 2026 dengan penjualan 1.161 unit, meskipun mengalami penurunan 19,21 persen dibanding bulan sebelumnya.
Daftar Penjualan Wholesales PHEV Januari-Agustus 2026
- BYD M6 Cross DM: 4.423 unit
- Chery Tiggo 8 CSH: 1.999 unit
- Chery Tiggo 9 CSH: 497 unit
- Geely Starray DM-i: 334 unit
- Wuling Eksion PHEV: 359 unit
- Wuling Darion PHEV: 315 unit
- Jetour T1 i-DM: 305 unit
- Jaecoo J7 SHS: 253 unit
- Jaecoo J8 SHS: 198 unit
- DFSK E5 Plus: 84 unit
- Mazda CX-8 PHEV: 82 unit
- Jetour T2 i-DM: 54 unit
- Volvo XC90 PHEV: 8 unit
- Volvo XC60 PHEV: 2 unit
- BMW XM PHEV: 2 unit
- Lexus NX450h: 1 unit
Data ini menunjukkan bahwa pasar PHEV di Indonesia semakin berkembang dengan dominasi kuat dari merek-merek asal China, sementara segmen mewah mengalami penurunan penjualan. Dengan semakin banyaknya pilihan dan harga yang kompetitif, teknologi PHEV diperkirakan akan semakin diminati oleh konsumen Indonesia ke depan.











Tinggalkan Balasan