Media Kampung – Alessandro Bastoni, bek timnas Italia, mulai menapaki jalan penebusan setelah kegagalan tim nasionalnya gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Penampilan gemilang Bastoni di era kedua kepelatihan Roberto Mancini menjadi awal kebangkitan Gli Azzurri.
Dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Turki, Italia mencatat kemenangan telak 4-1. Bastoni membuka keran gol dengan torehan cepatnya, yang membawa Italia unggul tiga gol dalam waktu 27 menit. Performanya ini menjadi penawar luka atas insiden kartu merah yang didapat Bastoni saat laga kontra Bosnia-Herzegovina yang berujung pada kekalahan adu penalti dan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia tiga edisi berturut-turut.
Kenangan Pahit dan Tanggung Jawab Bastoni
Bastoni mengakui bahwa kenangan dari laga di Zenica masih membekas dan menjadi beban besar baginya. Ia menyadari kesalahan fatal tersebut berdampak pada publik sepak bola Italia. Dalam wawancara dengan RAI Sport, Bastoni menyatakan bahwa ia akan berutang kepada rakyat Italia selama empat tahun ke depan dan memilih untuk bangkit dengan penuh tanggung jawab.
Kebangkitan Timnas Italia
Kemenangan atas Turki menjadi hasil positif pertama Roberto Mancini dalam kurun waktu 1.198 hari sejak kemenangan terakhirnya di periode pertama kepelatihan. Bastoni juga mengajak para suporter untuk tetap tenang dan bersabar dalam mendukung proses regenerasi timnas yang sebagian besar dihuni pemain muda dengan kualitas tinggi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan dan kesabaran dalam menilai performa tim yang sedang membangun kembali kejayaannya.
Harapan ke Depan
Italia tengah berusaha bangkit dari titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kombinasi pemain muda dan pengalaman pelatih, mereka berharap dapat menunjukkan kemampuan terbaik di kompetisi mendatang. Bastoni menegaskan bahwa tim tidak boleh terlalu euforia, namun penting untuk menikmati momen kebahagiaan yang diraih sebagai penyemangat.












Tinggalkan Balasan