Media Kampung, Palembang – Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali mengalami kondisi udara yang sangat buruk akibat kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah ini pada Minggu, 27 September 2026. Data dari aplikasi IQAir menunjukkan bahwa indeks kualitas udara di beberapa titik di Palembang berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Indeks kualitas udara di titik pemantauan Musi 2 Palembang mencapai angka 513, yang masuk dalam kategori berbahaya. Titik lainnya seperti Demang tercatat 277 dan GPPLM sebesar 245, keduanya masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, Sukarami mencatat angka 200, termasuk dalam kategori tidak sehat.

Kondisi Kabut Asap dan Dampaknya

Kabut asap terlihat sangat tebal di beberapa kawasan utama Palembang, seperti Kenten, Veteran, Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Merdeka, dan sekitar Jembatan Ampera. Kabut tersebut membuat jarak pandang di beberapa lokasi menjadi terbatas, dengan objek-objek terlihat samar dari kejauhan, terutama di sekitar Masjid Agung Palembang dan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Meski demikian, aktivitas masyarakat di luar ruangan masih berlangsung seperti biasa. Kendaraan lalu lalang dan warga melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja dan berbelanja. Penggunaan masker mulai terlihat di kalangan masyarakat, meskipun belum merata.

Risiko Kesehatan dan Imbauan Pemerintah

Konsentrasi partikel PM2.5 yang sangat kecil dan berbahaya terpantau mencapai 409,2 mikrogram per meter kubik pada pagi hari di Talang Betutu, melebihi batas aman dan masuk kategori berbahaya. Partikel ini mampu masuk jauh ke saluran pernapasan sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan sensitivitas terhadap polusi udara.

Pemerintah Kota Palembang mengambil tindakan dengan meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera untuk mengurangi paparan polusi pada masyarakat. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi memburuk.

Penggunaan masker yang tepat juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah untuk melindungi diri dari dampak negatif kabut asap.

Perubahan Kondisi Udara dan Pentingnya Pemantauan

Kualitas udara di Palembang dapat berubah dengan cepat tergantung pada konsentrasi partikulat, arah angin, dan kondisi cuaca. Oleh karena itu, pemantauan secara rutin sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Kabut asap yang kembali menebal di Palembang mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap kualitas udara yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Upaya mitigasi dan kesadaran warga menjadi kunci dalam menghadapi kondisi ini hingga kualitas udara kembali membaik.