Media Kampung – Penggemar sepak bola Tunisia memberikan kritik keras terhadap Sebastian Tounekti setelah pertandingan imbang 1-1 melawan Uganda dalam laga pembuka kualifikasi Piala Afrika (AFCON) 2027. Pertandingan ini juga menjadi debut Moin Chaabani sebagai pelatih nasional Tunisia, yang menjadi pelatih permanen keempat dalam satu tahun kalender.

Sebastian Tounekti, winger klub Celtic, memulai pertandingan dari posisi sayap kiri namun tampil kurang maksimal. Reaksi penggemar di media sosial menunjukkan kekecewaan yang mendalam, dengan beberapa komentar yang menyebutnya sebagai pemain yang tidak efektif dan membebani klub Celtic.

Beberapa pendukung bahkan menyarankan agar manajemen tim nasional melakukan perombakan skuad, termasuk melepaskan Tounekti. Namun, pemain tersebut menyikapi kritik dengan bijak, mengakui bahwa proses adaptasi dengan pelatih baru yang baru saja bergabung memerlukan waktu. Tounekti juga menekankan pentingnya mentalitas menang saat bermain di kandang dan kerja sama tim.

Hasil imbang ini dianggap mengecewakan mengingat Tunisia memiliki rekor lolos ke AFCON secara beruntun selama 17 edisi terakhir. Dengan Uganda, Botswana, dan Libya sebagai lawan grup H, setiap pertandingan di kandang diharapkan menjadi modal penting bagi Tunisia untuk mempertahankan tradisi tersebut.

Kondisi ini memberikan tekanan tambahan bagi pelatih Moin Chaabani yang baru memulai tugasnya, sekaligus bagi pemain untuk menunjukkan performa terbaik dalam pertandingan selanjutnya agar Tunisia dapat melaju ke putaran final AFCON tanpa hambatan.