Media Kampung, Bengkulu – Jenazah Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, berhasil ditemukan oleh warga di perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 12 September 2026. Temuan ini menjadi perkembangan satu-satunya dalam pencarian delapan orang yang hilang setelah kapal Arupadhatu 1 berlayar menuju Gunung Anak Krakatau (GAK) dan tidak kembali.
Kronologi Kejadian
Kapal Arupadhatu 1 berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, membawa lima jurnalis dan tiga kru, termasuk Surakman sebagai ABK. Sehari setelah keberangkatan, keluarga korban mulai khawatir karena rombongan tidak memberikan kabar dan tidak kembali ke daratan. Laporan kehilangan pun disampaikan ke petugas SAR.
Penemuan Jenazah dan Proses Identifikasi
Setelah pencarian selama lima hari di perairan Selat Sunda, warga Pulau Enggano menemukan jenazah laki-laki yang mengapung tanpa identitas. Polisi dari Polda Banten dan Polda Bengkulu melakukan pemeriksaan forensik, termasuk data gigi dan pengambilan sampel DNA keluarga untuk memastikan identitas korban. Proses ini berlangsung sekitar lima hingga 10 hari.
Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, ABK Arupadhatu 1 asal Carita, Kabupaten Pandeglang. Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan bahwa identifikasi dilakukan melalui kecocokan data antemortem dengan keluarga korban.
Pencarian dan Upaya SAR
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari dan memperpanjang operasi hingga 10 hari namun tidak menemukan tanda keberadaan kapal maupun tujuh korban lainnya. Setelah itu, operasi pencarian besar-besaran dihentikan dan diubah menjadi pemantauan menggunakan informasi dari nelayan dan pelaut yang melintas di Selat Sunda.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa meskipun pencarian utama dihentikan, tim SAR masih melakukan penyisiran secara terbatas sejak tanggal 17 September 2026. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal.
Status Terkini dan Rencana Penanganan Jenazah
Jenazah Surakman saat ini masih berada di Bengkulu. Polisi berencana membawa jenazah ke Banten menggunakan personel Polairud untuk penanganan lebih lanjut. Barang bukti yang ditemukan hanya jenazah korban tersebut.














Tinggalkan Balasan