Media Kampung – Polytron berhasil menunjukkan bahwa skema sewa baterai untuk motor listrik yang ditawarkan mendapat sambutan positif dari konsumen di pasar otomotif domestik. Program Battery As a Service yang diterapkan Polytron menjadi pilihan utama bagi mayoritas pembeli motor listrik mereka.
Menurut Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2W Polytron, sekitar 98 persen konsumen memilih opsi sewa baterai ketimbang membeli baterai secara langsung. Hal ini karena skema sewa memberikan ketenangan bagi pengguna, terutama terkait kekhawatiran baterai yang menurun performanya.
Keuntungan Skema Sewa Baterai
Skema sewa baterai ini juga membuat harga motor listrik menjadi lebih terjangkau. Contohnya, Polytron Fox 350 yang jika dibeli dengan kepemilikan penuh baterai dibanderol sekitar Rp 29 juta di Jakarta, bisa ditekan menjadi sekitar Rp 17 juta jika menggunakan program Battery As a Service.
Selain harga yang lebih murah, konsumen juga mendapatkan perlindungan baterai langsung dari Polytron. Baterai tetap menjadi milik Polytron dan akan dirawat serta dijaga kondisinya oleh perusahaan. Jika kondisi kesehatan baterai (State of Health) turun di bawah 85 persen, baterai dapat diganti tanpa biaya tambahan.
Biaya dan Layanan
Biaya sewa baterai yang dikenakan oleh Polytron cukup terjangkau, yakni Rp 200 ribu per bulan untuk model Fox 350 dan Fox 500 serta Rp 125 ribu per bulan untuk model Fox 200. Jika terjadi masalah, konsumen bisa langsung mengunjungi service center Polytron untuk mendapatkan pengecekan dan layanan perawatan baterai.
Konteks dan Dampak
Adopsi skema sewa baterai ini merupakan salah satu inovasi dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan menawarkan kemudahan dan biaya yang lebih ringan, Polytron memberikan solusi yang menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke motor listrik namun masih khawatir dengan biaya penggantian baterai yang mahal.
Skema Battery As a Service ini juga membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik, mengurangi kekhawatiran terkait masa pakai baterai, dan mendukung percepatan transisi menuju transportasi ramah lingkungan.













Tinggalkan Balasan