Media Kampung, Pandeglang – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Pandeglang resmi memulai kegiatan pendidikannya dengan 474 siswa dari jenjang SD hingga SMA yang tinggal di asrama di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Program ini merupakan angkatan pertama yang belajar sekaligus tinggal dalam satu lingkungan sekolah berasrama.
Para siswa dan orang tua mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai persiapan awal. Kegiatan MPLS berlangsung dari 31 Agustus hingga 11 September 2026, meliputi pengenalan lingkungan sekolah, tata kehidupan asrama, pembentukan karakter, serta kegiatan kesemaptaan bersama TNI.
Investasi Besar untuk Pendidikan Berasrama
Pembangunan fasilitas SRT 1 Pandeglang dibiayai oleh pemerintah pusat dengan anggaran sekitar Rp270 miliar melalui Kementerian Sosial. Lahan sekolah merupakan hibah dari Bupati setempat, sementara fasilitas yang megah ini diharapkan mampu memberikan lingkungan belajar yang kondusif.
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, yang meninjau sekolah tersebut menegaskan bahwa investasi besar ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan. Ia menekankan pentingnya kualitas guru dan pengelolaan sekolah yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berkarakter.
Manfaat Bagi Siswa dan Orang Tua
Bagi orang tua, keberadaan SRT 1 Pandeglang memberikan kesempatan memperoleh pendidikan gratis sekaligus tempat tinggal bagi anak selama masa pendidikan. Aryanti, salah satu orang tua siswa, menyambut baik program ini karena dapat meringankan beban biaya keluarga dan memberikan lingkungan yang terkontrol bagi anak-anaknya.
Komposisi Siswa dan Pendekatan Pendidikan
Kepala SRT 1 Pandeglang, Siwi Astuti, menyampaikan bahwa tahun pertama ini terdapat 474 siswa yang terbagi menjadi 131 siswa SD, 180 siswa SMP, dan 163 siswa SMA. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik di kelas, tetapi juga pembinaan karakter dan disiplin melalui kegiatan asrama.
Dengan pendekatan yang terpadu antara pembelajaran dan kehidupan berasrama, sekolah berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dan berkarakter.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Dimyati Natakusumah mengingatkan agar seluruh fasilitas dijaga dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dana negara yang telah dialokasikan. Ia juga meminta kepala sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas guru agar investasi besar ini memberikan hasil yang optimal.
Siwi Astuti berharap SRT 1 Pandeglang dapat menjadi contoh pendidikan terintegrasi yang sukses dan menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.















Tinggalkan Balasan