Media Kampung, Jakarta – Komisi V DPR RI mengajak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan pelayaran setelah terjadinya kebakaran pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta prosedur keselamatan agar kecelakaan serupa dapat dicegah di masa depan.
Rapat kerja Komisi V DPR bersama Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, serta Kepala BMKG berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam rapat tersebut, Danang Wicaksana Sulistya, Ketua Komisi V dari Fraksi Gerindra, menegaskan pentingnya keselamatan penumpang dan awak kapal sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.
Evaluasi Komprehensif Keselamatan Pelayaran
Danang menekankan bahwa evaluasi tidak hanya harus mencakup kondisi fisik dan kelayakan kapal, tetapi juga pengawasan operasional, penerapan prosedur keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga faktor cuaca yang berpotensi memengaruhi pelayaran. Ia meminta agar operator pelayaran secara konsisten mematuhi prosedur yang memastikan kapal memenuhi standar kelayakan sebelum beroperasi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Setiap kejadian seperti ini harus dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi kelayakan kapal, pengawasan, prosedur keselamatan, maupun faktor cuaca,” ujar Danang.
Pengawasan dan Pencegahan yang Diperkuat
Menurut Danang, pengawasan kapal penumpang harus dilakukan secara konsisten dan tidak sekadar menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi laut perlu memperkuat langkah-langkah pencegahan agar potensi kecelakaan dapat diminimalkan.
“Jangan sampai evaluasi baru dilakukan setelah terjadi musibah. Sistem pengawasan dan pencegahan harus diperkuat sehingga keselamatan benar-benar menjadi bagian utama dari setiap operasional pelayaran,” tambahnya.
Koordinasi Lintas Lembaga untuk Respons Cepat
Selain pengawasan teknis, Danang juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antarinstansi, terutama antara Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan BMKG. Informasi cuaca dan potensi gangguan pelayaran yang disampaikan BMKG harus dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat oleh operator dan pihak terkait.
Koordinasi ini meliputi kesiapan personel, peralatan keselamatan, sistem komunikasi, serta prosedur evakuasi yang harus berjalan efektif pada saat keadaan darurat di laut.
“Koordinasi antarlembaga harus semakin kuat. Informasi cuaca, pengawasan kapal, hingga kesiapan pencarian dan pertolongan harus terintegrasi agar ketika terjadi keadaan darurat, respons bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tutup Danang.
Konteks dan Pentingnya Evaluasi
Kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep membawa perhatian publik terhadap tingkat keamanan transportasi laut di Indonesia. Kapal ini diketahui membawa sekitar 250 penumpang saat insiden terjadi, dan hingga laporan terakhir belum ada informasi korban jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pelayaran harus selalu diperhatikan dengan serius, tidak hanya saat terjadi kecelakaan, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan yang terencana dan terintegrasi.














