Media Kampung – Sejumlah menteri kabinet Merah Putih memilih mengikuti upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak di Istana Negara Jakarta. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan bencana di daerah yang terdampak.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan hal ini usai menghadiri rapat koordinasi penanganan gempa di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, dan Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko.
Menurut Pratikno, pembagian tugas ini merupakan perintah langsung Presiden untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi di daerah yang terkena bencana gempa. Para menteri dan pejabat terkait dibagi ke berbagai daerah terdampak untuk mengawal proses penanganan sekaligus mengikuti upacara HUT RI di lokasi masing-masing.
Fokus Penanganan Darurat dan Pemulihan Infrastruktur
Pemerintah pusat telah mengerahkan tim secara penuh dan membentuk posko nasional serta posko di sejumlah daerah untuk mengawal distribusi bantuan dan program tanggap darurat. Prioritas utama dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan jiwa warga dan pemulihan infrastruktur yang rusak, seperti jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta jaringan komunikasi termasuk internet.
Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga berupaya membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik supaya daerah tersebut menjadi lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Koordinasi Terus Berjalan Meski Menteri Terpisah Lokasi
Walaupun para menteri ditempatkan di lokasi berbeda, koordinasi antarinstansi tetap berjalan intensif untuk memastikan penanganan bencana berjalan lancar dan terkoordinasi. Langkah ini diharapkan mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa serta meminimalkan dampak negatif yang lebih luas.
Penugasan menteri ke daerah terdampak juga merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat dalam memberikan perhatian khusus dan dukungan langsung kepada masyarakat di NTT yang sedang menghadapi masa sulit pasca gempa.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap proses tanggap darurat dan pemulihan dapat berjalan efektif, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah terhadap bencana di masa mendatang.














