Media Kampung – Publik kembali dihebohkan dengan penunjukan sejumlah figur kontroversial sebagai komisaris di perusahaan pelat merah. Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, resmi menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan strategis antara PT Krakatau Steel dan POSCO Korea Selatan. Sementara itu, Raffi Ahmad sendiri saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Tak hanya itu, nama Ginka Febriyanti Ginting, Koordinator Nasional BISON (simpul relawan pendukung Prabowo-Gibran), juga ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail yang mengelola jaringan SPBU di seluruh Indonesia. Novel Bamukmin, yang dikenal sebagai aktivis dan sering tampil di televisi, dikabarkan mendapat kursi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour di bawah holding Injourney Hospitality.

Daftar ini semakin panjang dengan masuknya Ahmad Najmi Shahab, seorang lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Tama Jagakarsa tahun 2021 yang sebelumnya hanya bekerja sebagai tim kreatif dan editor video di Rumah Besar Relawan Prabowo. Ia diangkat sebagai Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia.

Fenomena ini merupakan puncak gunung es dari praktik rangkap jabatan yang marak terjadi di era pemerintahan baru. Sekitar 40 wakil menteri secara berjamaah ditunjuk menjadi komisaris di berbagai BUMN, ditambah dengan pejabat tinggi negara lainnya yang merangkap jabatan demi tambahan penghasilan.

Berbagai kalangan mengkritik keras praktik ini karena dianggap mengabaikan kompetensi dan meritokrasi. Kursi strategis BUMN yang seharusnya diisi oleh profesional justru menjadi bancakan kaum elitis dan pendukung politik. Publik menuntut transparansi dan evaluasi terhadap proses seleksi komisaris BUMN agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.