Media Kampung – 02 April 2026 | Posko Angkutan Lebaran 2026 resmi berakhir pada Senin, namun sebanyak 113.000 penumpang dalam kendaraan masih belum kembali ke Bali melalui pelabuhan Ketapang‑Gilimanuk.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, melaporkan bahwa 404.000 penumpang pejalan kaki, atau 78% dari total, sudah menyelesaikan perjalanan pulang.

Untuk kendaraan, tercatat 127.000 unit atau sekitar 77% dari perkiraan total telah menyeberang sejak awal musim mudik.

Sisa 22% penumpang, setara dengan 113.000 orang dalam mobil, truk atau kendaraan lain, serta 23% kendaraan atau 37.365 unit, masih belum menyeberang per Selasa, 31 Maret.

Arief menyebut puncak arus balik terjadi pada Minggu, 29 Maret (H+7 Lebaran), dengan 56.300 penumpang dan kira‑kira 19.000 kendaraan tercatat melintasi Ketapang‑Gilimanuk.

Sepeda motor menjadi mayoritas kendaraan pada puncak tersebut, dengan lebih dari 12.458 unit dua‑roda di antara 19.000 kendaraan.

Dari periode H‑10 hingga H+8 Lebaran, total kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 171.000 unit, dibandingkan dengan total reservasi 183.810 unit.

Selisih tersebut berarti sekitar 11.889 kendaraan yang sudah dipesan belum masuk ke pelabuhan.

Walaupun Posko ditutup pada Senin, antrean kendaraan tetap padat, mencapai panjang 14 km sebelum secara bertahap turun menjadi sekitar 12 km pada Selasa sore.

Kepadatan berkelanjutan disebabkan oleh normalnya kembali aktivitas logistik yang kini diizinkan beroperasi penuh setelah masa mudik selesai.

Untuk mempercepat penyelesaian, ASDP menambah armada kapal dari 33 menjadi 36 unit pada hari laporan.

Pihak operator juga mengoptimalkan buffer zone untuk menampung kendaraan logistik serta membagi pola pemuatan antara dermaga Bulusan dan LCM agar distribusi lebih merata.

Saat ini pola “Tiba Bongkar Berangkat” (TBB) hanya diterapkan di Dermaga IV, sementara dermaga lain kembali ke jadwal reguler.

Arief mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan cermat dan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy untuk menghindari antrean panjang.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan menegaskan koordinasi berkelanjutan dengan seluruh stakeholder demi keselamatan pengguna jasa.

Penutupan Posko menandai berakhirnya jendela transportasi Lebaran resmi, namun diperkirakan sisa penumpang dan kendaraan akan menyelesaikan penyeberangan dalam beberapa hari ke depan seiring operasi normal.

Situasi ini menekankan pentingnya manajemen reservasi yang tepat dan pemantauan lalu lintas real‑time dalam migrasi musiman berskala besar di jalur lintas pulau Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.