Media Kampung – 07 April 2026 | Apple berhasil menembus kebijakan ketat NASA dengan iPhone 17 Pro Max yang diizinkan masuk ke kapsul Orion pada misi Artemis II. Keputusan ini menandai perubahan signifikan setelah NASA melonggarkan larangan smartphone pada Februari 2026.

Selama empat misi sebelumnya, NASA melarang penggunaan ponsel pintar karena risiko serpihan kaca dan gangguan sistem. Kebijakan baru memberikan ruang bagi astronot untuk menggunakan perangkat yang familiar dalam merekam aktivitas mereka.

Menurut Tobias Niederwieser, asisten profesor riset di BioServe Space Technologies, iPhone 17 Pro Max melewati empat tahap uji kelayakan yang sangat ketat. Tahap pertama memeriksa ketahanan struktural terhadap getaran dan goncangan selama peluncuran.

Tahap kedua menilai kinerja perangkat dalam kondisi mikrogravitasi, termasuk stabilitas kamera ketika melayang di dalam kapsul. Hasil uji menunjukkan tidak ada kegagalan mekanis atau kebocoran cairan pada perangkat.

Uji ketiga fokus pada potensi bahaya pecahan kaca jika layar retak, dengan simulasi benturan kecil di lingkungan tanpa gravitasi. NASA menegaskan bahwa semua fragmen harus terkontrol agar tidak mengganggu sistem kontrol pesawat.

Baca juga:

Tahap keempat menguji ketahanan terhadap radiasi ruang angkasa, mengingat paparan sinar kosmik yang lebih tinggi di luar atmosfer. Modifikasi khusus pada chipset memastikan fungsi tetap stabil selama periode radiasi tinggi.

Setelah lolos semua tahapan, iPhone 17 Pro Max diubah menjadi mode aman yang menonaktifkan koneksi internet, Bluetooth, dan fitur Wi‑Fi. Langkah ini diambil untuk menghindari interferensi dengan peralatan navigasi dan komunikasi kapal.

Setiap dari empat kru Artemis II, yakni Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen, menerima satu unit iPhone 17 Pro Max. Perangkat tersebut dipakai untuk mengambil foto dan video pribadi serta dokumentasi misi.

Jared Isaacman, administrator NASA, menjelaskan bahwa penggunaan iPhone mempermudah kru dalam berbagi momen dengan publik. “Alat ini familiar, sehingga astronot dapat fokus pada tugas tanpa harus belajar perangkat baru,” ujarnya dalam unggahan media sosial.

Kamera depan iPhone 17 Pro Max dengan lensa 2.715 mm dan aperture f/1.9 menghasilkan foto bumi yang tajam dari jarak lunar. Gambar yang diambil menunjukkan detail awan, lautan, dan cahaya kota di permukaan bumi.

Reid Wiseman mengunggah tiga foto bumi yang diambil dengan iPhone, menekankan keindahan planet dari luar angkasa. “Tidak ada kata yang bisa menggambarkan pemandangan ini,” katanya di platform X.

Christina Koch juga membagikan selfie di dalam kapsul, memperlihatkan kondisi tanpa gravitasi di mana tubuh dan peralatan melayang. Foto-foto tersebut menambah arsip visual misi yang akan dianalisis oleh tim ilmiah NASA.

Baca juga:

Semua data visual yang dihasilkan oleh iPhone disalurkan ke pusat kendali Artemis melalui jaringan satelit khusus. Data tersebut selanjutnya diintegrasikan ke dalam basis data arsip misi untuk keperluan pendidikan dan penelitian.

Misi Artemis II menjadi misi berawak pertama ke bulan sejak 1972 dan menandai kehadiran astronaut perempuan serta astronot kulit hitam pertama dalam penerbangan lunar. Penggunaan iPhone menambah nilai historis dengan memperkenalkan teknologi konsumen ke lingkungan luar angkasa.

Keberhasilan iPhone 17 Pro Max dalam misi ini membuka peluang bagi perangkat komersial lain untuk diuji kelayakan di masa depan. NASA menyatakan bahwa proses evaluasi akan terus disempurnakan untuk menyeimbangkan inovasi dan keselamatan.

Para ilmuwan menilai bahwa integrasi gadget konsumen dapat mempercepat siklus pengembangan teknologi luar angkasa. Dengan mengadopsi perangkat yang sudah teruji di pasar, waktu dan biaya pengujian dapat dikurangi.

Namun, NASA tetap menegaskan bahwa setiap perangkat harus melewati prosedur keamanan yang sama ketatnya dengan peralatan misi tradisional. Keamanan kru dan integritas wahana tetap menjadi prioritas utama.

iPhone 17 Pro Max kini tercatat sebagai salah satu perangkat komersial pertama yang terverifikasi untuk operasi jangka panjang di orbit luar angkasa. Pencapaian ini menegaskan kolaborasi antara industri teknologi dan lembaga antariksa dalam era eksplorasi baru.

Dengan keberhasilan ini, NASA mengirimkan pesan bahwa inovasi dapat berbaur dengan tradisi keselamatan, membuka jalan bagi generasi berikutnya menggunakan gadget sehari-hari dalam eksplorasi luar angkasa.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.