Media Kampung – Ressa Rossano resmi mengikat janji suci di Banyuwangi pada 22 April 2026, sementara ibunya, penyanyi Denada, menyaksikan secara virtual dan melantunkan empat doa indah.
Prosesi pernikahan berlangsung intim di rumah adat Banyuwangi, hanya dihadiri keluarga dekat dan sahabat terdekat.
Ressa menikah dengan Fita, wanita yang dikenalnya sejak masa kuliah, dan mengumumkan kebahagiaan melalui unggahan Instagram.
Denada tidak dapat hadir secara fisik karena agenda yang padat, namun ia menghubungi putranya lewat video call pada saat prosesi berlangsung.
Manajer Denada, Risna Ories, mengonfirmasi bahwa Denada menerima undangan resmi dan menyiapkan doa khusus untuk putranya.
“Kami sangat bahagia melihat Ressa bahagia, dan doa kami selalu menyertai langkahnya,” ujar Risna dalam wawancara singkat.
Selama panggilan video, Denada tampak tersenyum lebar sambil menyapa istri baru Ressa dan keluarga besarnya.
Denada juga memperkenalkan diri kepada keluarga mempelai wanita, menciptakan kehangatan meski terhalang jarak.
Empat doa yang dibacakan Denada meliputi harapan keselamatan, kebahagiaan, kelancaran rumah tangga, dan kesuksesan karier pasangan muda itu.
Doa-doa tersebut disampaikan dengan nada lembut, menambah kesan sakral pada acara pernikahan.
Pernikahan ini sekaligus menandai berakhirnya perselisihan hukum yang sempat mengganggu hubungan ibu‑anak.
Pada 22 April 2026, Pengadilan Negeri Banyuwangi membacakan putusan sela menolak gugatan Ressa terhadap Denada.
Hakim menolak gugatan karena eksepsi Denada diterima, serta menyatakan tidak berwenang mengadili karena domisili tergugat berada di Tangerang.
Gugatan Ressa semula menuntut pengakuan sebagai anak biologis dan pembayaran nafkah pendidikan senilai Rp7 miliar.
Keputusan pengadilan menyebutkan bahwa semua tuntutan tersebut dinyatakan gugur.
Manajer Risna menegaskan bahwa keputusan ini memperkuat niat baik kedua belah pihak untuk melanjutkan hubungan keluarga.
“Alhamdulillah putusan ini menjadi titik terang, kami dapat fokus pada kebahagiaan keluarga,” katanya.
Setelah putusan, Denada menyatakan niat untuk segera mengunjungi Banyuwangi guna bertemu langsung dengan menantu dan menantunya.
Rencana kunjungan tersebut diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara keluarga Denada dan keluarga baru Ressa.
Sementara itu, Ressa menyatakan rasa syukur atas dukungan ibunya meski tidak hadir secara fisik.
“Ibu tetap ada di hati, doa‑doanya menjadi kekuatan kami,” ujar Ressa dalam pernyataan singkat.
Media sosial menampilkan klip video singkat yang memperlihatkan Denada mengucapkan selamat kepada Ressa dan Fita melalui layar.
Para netizen memberikan respon positif, menyambut kebahagiaan keluarga tersebut dan memuji sikap dewasa Denada.
Kondisi hukum kini berada pada tahap akhir, dengan tidak ada upaya banding lebih lanjut dari pihak Ressa.
Pihak kuasa hukum Ressa belum memberikan komentar resmi mengenai langkah selanjutnya.
Dengan berakhirnya sengketa, fokus keluarga kini beralih pada membangun rumah tangga yang harmonis.
Ressa dan Fita merencanakan bulan madu singkat di Bali, sementara Denada berjanji tetap mendukung secara moral dan finansial.
Pengumuman resmi pernikahan dan doa-indah Denada telah tersebar luas di platform media digital.
Berita ini mencerminkan dinamika hubungan keluarga publik yang berhasil melewati konflik melalui dialog dan keputusan hukum.
Ke depan, keluarga Rossano diharapkan dapat menjadi contoh penyelesaian damai dalam perselisihan pribadi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan