Media Kampung – 11 April 2026 | Empat astronot NASA bersama rekan Kanada, Jeremy Hansen, memulai fase kritis misi Artemis II dengan masuk kembali ke atmosfer Bumi. Proses re‑entry ini menjadi ujian terakhir sebelum kapsul Orion melakukan splashdown di Samudra Pasifik.
Misi yang diluncurkan pada 1 April 2026 menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan berhasil mengelilingi Bulan selama sepuluh hari. Pada 7 April, kru mencatat rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia.
Saat ini kapsul berada sekitar 130 000 km dari Bumi dan melaju lebih dari 4 000 mil per jam. Kecepatan menurun secara bertahap hingga mencapai 23 800 mil per jam saat memasuki lapisan atmosfer.
Gesekan dengan atmosfer menghasilkan suhu hingga 2 760 °C, setara dengan separuh suhu permukaan Matahari. Perisai panas Orion dirancang mengikis secara perlahan untuk melindungi ruang kabin.
Setelah pengalaman Artemis I yang menunjukkan keausan tak terduga pada perisai, NASA menyesuaikan sudut masuk dan jalur re‑entry untuk mengurangi durasi paparan panas. Tim teknik menyatakan keyakinan tinggi pada sistem heat shield, parasut, dan modul pemulihan.
Kapsul akan memisahkan Service Module pada pukul 06.33 WIB, karena modul tersebut tidak dirancang menahan panas ekstrem. Selanjutnya, sistem pendorong akan aktif untuk menghindari tabrakan dengan modul yang terlepas.
Pada sekitar 06.53 WIB, Orion masuk lapisan plasma yang menyebabkan blackout komunikasi selama enam menit. Selama fase ini, para astronot mengalami beban gravitasi sekitar 3,9 Gs.
Setelah blackout, tiga parasut utama berdiameter lebih dari 35 meter akan dibuka secara berurutan pada ketinggian sekitar 2 900 meter. Parasut mengurangi kecepatan hingga di bawah 32 km per jam, cukup aman untuk pendaratan di laut.
Splashdown dijadwalkan terjadi di lepas pantai San Diego pada Jumat malam atau Sabtu pagi waktu setempat, sekitar pukul 07.07 WIB. Tim penyelamat Angkatan Laut, termasuk kapal amfibi USS John P. Murtha, akan segera mengevakuasi kru.
Associate Administrator NASA, Amit Kshatriya, menegaskan bahwa perayaan baru dapat dimulai setelah kru berada di ruang medis kapal. Ia menambahkan bahwa data uji coba dan analisis mendukung kesiapan sistem.
Keluarga astronaut yang menyaksikan dari pusat kontrol di Houston mengungkapkan campuran kebahagiaan dan kecemasan. Catherine Hansen, istri Jeremy Hansen, mengatakan harapannya agar suaminya pulang selamat.
Reid Wiseman, komandan misi, menekankan pentingnya mengingat keindahan planet ini selama proses kembali. “Kami berharap dunia sejenak berhenti dan mensyukuri apa yang diberikan alam,” katanya.
Victor Glover mencatat bahwa penerbangan ke Bulan tampak mudah dalam retrospeksi, namun tantangannya sangat besar. Christina Koch menambahkan bahwa setiap tindakan di misi ini bertujuan mempermudah kru Artemis III dan selanjutnya.
Pencapaian historis Artemis II meliputi Victor Glover sebagai orang kulit berwarna pertama yang mengelilingi Bulan, Christina Koch sebagai perempuan pertama, dan Jeremy Hansen sebagai warga non‑Amerika pertama. Data tersebut memperkuat nilai ilmiah dan diplomatik program.
NASA juga mengumpulkan gambar permukaan Bulan, pengamatan gerhana matahari, dan data radiasi selama perjalanan. Informasi ini akan mendukung perencanaan pendaratan manusia pada misi Artemis IV.
Meskipun semua sistem telah diuji, risiko tetap ada karena suhu tinggi dan tekanan dinamis selama re‑entry. Tim kontrol terus memantau suhu perisai dan kecepatan kapsul secara real‑time.
Jika proses splashdown berjalan sesuai rencana, astronot akan keluar dari Orion dalam kondisi stabil dan langsung menjalani pemeriksaan medis. Keberhasilan ini akan menandai langkah penting menuju pendaratan berawak di Bulan.
Dengan kru kini dalam tahap akhir perjalanan, mata dunia menanti hasil akhir Artemis II yang diharapkan menjadi bukti kesiapan NASA untuk misi eksplorasi lebih jauh. Keberhasilan atau kegagalan akan menjadi pelajaran berharga bagi program luar angkasa masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan