Media Kampung – Penyanyi Arda Hatna baru saja merilis single terbarunya berjudul Matematika Tuhan Berbeda. Dalam sebuah media visit di Jakarta, Arda menjelaskan proses kreatif di balik lagu tersebut, yang terinspirasi dari pengalamannya menjalani hipnoterapi.
Inspirasi dari Hipnoterapi
Menurut Arda, lagu ini muncul setelah ia selesai menjalani hipnoterapi. Ia melihat beberapa pasien lain yang juga mendapatkan penanganan yang sama. “Aku penasaran, mereka yang ke sini tuh orang yang baik,” ungkapnya. Arda menjelaskan bahwa orang-orang yang telah lama bersabar dan percaya, sering kali disakiti dan dimanipulasi, tetapi mereka sadar untuk memperbaiki diri.
Proses Kreatif
Usai mendengar penjelasan dari coach hipnoterapi, Arda merenung di mobil dan menemukan lirik yang menjadi bagian dari lagu tersebut. “Di mobil saya nyanyi itu: ‘hai orang baik tak ada ruginya dirimu menjadi baik, seringnya dikhianati sakit disimpan sendiri,'” ujarnya. Arda juga menambahkan bahwa awalnya ia merasa lirik tersebut terlalu sederhana, tetapi ia berusaha mencari diksi yang tepat untuk menyampaikan makna yang lebih mendalam mengenai perhitungan Tuhan dan manusia.
Pesan di Balik Lagu
Dalam lagu ini, Arda mengangkat pertanyaan yang sering kali muncul di benak banyak orang: “Buat apa menjadi baik kalau yang jahat selalu menang?” Menurutnya, jawabannya tidak hanya terletak pada siapa yang lebih cepat mendapatkan hasil, melainkan ada hal-hal yang belum bisa dipahami dalam perhitungan manusia.
Karya Sebelumnya
Sebelum merilis Matematika Tuhan Berbeda, Arda telah meluncurkan sejumlah lagu yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari, seperti Orang Tak Enakan, Belajar Jadi Bapak, dan Tumbuh Bersama. Sebagai musisi independen, ia terus mengeksplorasi cerita tentang manusia yang sedang belajar memahami diri sendiri, keluarga, dan perjalanan hidup.












