Media Kampung – 06 April 2026 | KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sejak berdiri telah berperan aktif di arena internasional.

Ia merujuk pada kontribusi NU melalui Komite Hijaz yang dibentuk pada awal abad ke‑20 sebagai upaya memediasi konflik di wilayah Arab.

Komite tersebut menjadi titik awal keterlibatan organisasi keagamaan Indonesia dalam diplomasi lintas negara.

Sejak saat itu, jaringan NU berkembang ke lebih dari 150 negara, mencakup pesantren, masjid, dan lembaga sosial.

Kehadiran tersebut memungkinkan NU menyuarakan nilai‑nilai moderat Islam dalam forum‑forum global seperti Perserikatan Bangsa‑Bangsa.

Pada kunjungan terakhirnya ke Kudus, KH Ubaidullah menekankan pentingnya dialog damai sebagai landasan menjaga kemanusiaan dunia.

“Kita harus menjadi jembatan perdamaian, bukan sekadar penonton,” ujarnya dalam pertemuan para ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Pernyataan itu mencerminkan tradisi NU yang mengedepankan musyawarah dan toleransi dalam menyelesaikan perselisihan.

NU juga aktif dalam penanganan krisis kemanusiaan, misalnya membantu pengungsi Rohingya melalui jaringan relawan di Asia Selatan.

Bantuan tersebut meliputi distribusi makanan, layanan kesehatan, dan pendidikan dasar bagi anak‑anak yang terdampak.

Dukungan internasional NU diperkuat oleh kerja sama dengan lembaga‑lembaga internasional seperti UNICEF dan OIC.

Kerja sama tersebut memperluas jangkauan program sosial NU, sekaligus meningkatkan kredibilitasnya di mata komunitas global.

Di tingkat akademik, NU menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa dari negara‑negara berkembang guna memperdalam studi keagamaan dan ilmu sosial.

Program beasiswa itu bertujuan menciptakan pemimpin yang mampu menjembatani perbedaan budaya dan agama.

Pada akhir pidatonya, KH Ubaidullah menegaskan bahwa komitmen NU terhadap perdamaian tidak akan berkurang seiring waktu.

Ia menambahkan bahwa setiap langkah kecil, baik melalui dialog lokal maupun aksi kemanusiaan, berkontribusi pada stabilitas dunia.

Dengan fondasi nilai‑nilai keislaman yang inklusif, NU siap terus mengisi ruang dialog internasional pada era globalisasi.

Pemerintah Indonesia mengapresiasi peran NU, menyebutnya sebagai aset strategis dalam diplomasi publik.

Kedepannya, NU berencana memperluas jaringan digital untuk menyebarkan pesan perdamaian secara lebih luas.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat posisi NU sebagai kontributor utama dalam menjaga keberagaman dan keamanan global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.