Media Kampung – 04 April 2026 | Polda Sumatera Selatan menerima pujian dari tokoh agama Kristen atas tindakan pengamanan Jumat Agung di kompleks Bumi Sriwijaya.

Pengamanan tersebut melibatkan ribuan anggota kepolisian yang berjaga di sekitar ratusan gereja.

Perayaan Paskah tahun ini dilaksanakan pada 31 Maret 2024, menandai hari suci bagi umat Kristiani.

Pihak kepolisian menyiapkan strategi keamanan meliputi patroli, pos kontrol, dan koordinasi lintas daerah.

Ribuan personel Polri dikerahkan untuk memastikan kelancaran ibadah tanpa gangguan.

Keberadaan mereka mencakup titik-titik strategis di sekitar Bumi Sriwijaya, termasuk area parkir dan pintu masuk utama.

Tokoh agama yang hadir melaporkan rasa aman yang dirasakan jemaat selama ibadah.

Mereka menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan komunitas religius dalam menjaga ketertiban.

Kapolri Sumsel, Kombes Pol. H. Riza, menegaskan komitmen Polri dalam melindungi kebebasan beribadah.

Ia menambahkan bahwa polisi siap menanggapi potensi ancaman dengan respons cepat.

Dalam sambutan singkat, Rev. Dr. John Surya menyampaikan rasa terima kasih kepada aparat.

Ia menyebutkan bahwa pengamanan yang ketat memungkinkan jemaat fokus pada ibadah spiritual.

Pengamanan tidak hanya terbatas pada hari Jumat Agung, melainkan juga mencakup kegiatan pra‑ibadah.

Petugas memeriksa kendaraan masuk dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan.

Koordinator keamanan gereja, Pastor Michael, menjelaskan bahwa prosedur ini mengurangi risiko keamanan secara signifikan.

Ia menambahkan bahwa kepolisian memberikan arahan jelas kepada panitia acara.

Seluruh wilayah Sumsel, termasuk Palembang, Lahat, dan Musi Banyuasin, berkontribusi dalam penempatan personel.

Distribusi ini memungkinkan respons cepat jika terjadi situasi darurat di lokasi manapun.

Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 800 gereja berada di zona pengamanan.

Polri menyiapkan tim khusus untuk menangani potensi kerusuhan atau tindakan kriminal.

Tim tersebut dilengkapi dengan peralatan komunikasi modern dan kendaraan patroli.

Selain itu, unit deteksi bahan peledak ditempatkan di pintu masuk utama.

Upaya ini mencerminkan standar keamanan yang diterapkan pada acara keagamaan berskala nasional.

Pengamanan yang ketat juga mendapat apresiasi dari tokoh agama lintas daerah.

Mereka menilai langkah Polri sebagai contoh kerja sama antar lembaga yang efektif.

Sejumlah usulan peningkatan keamanan masa depan diutarakan dalam rapat evaluasi.

Usulan tersebut mencakup pelatihan khusus bagi relawan keamanan gereja.

Polda Sumsel berjanji akan melanjutkan program pelatihan bersama komunitas agama.

Keseluruhan, Jumat Agung di Bumi Sriwijaya berlangsung damai tanpa insiden signifikan.

Pemimpin gereja menutup acara dengan harapan keamanan tetap terjaga di perayaan selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.