Media Kampung – 08 April 2026 | Ratusan pekerja PT Pakerin menggelar demo damai di kantor BPJS Kesehatan cabang Mojokerto pada Selasa 7 April 2026, menuntut aktivasi kembali kepesertaan BPJS yang terhenti akibat tunggakan iuran perusahaan.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan tidak tercatat adanya kerusuhan atau vandalisme.
Perusahaan belum membayar iuran BPJS untuk bulan Maret dan April, dan hanya dapat melunasi satu bulan pertama.
Akibat keterlambatan pembayaran, sejak 1 April sebagian karyawan tidak dapat mengakses layanan kesehatan, termasuk rawat inap dan operasi, sehingga harus menanggung biaya sendiri.
Serikat pekerja yang terlibat adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang menekankan pentingnya hak atas layanan kesehatan bagi anggotanya.
Para buruh datang berkelompok menggunakan kendaraan roda dua dan empat, sambil menyampaikan tuntutan agar layanan kesehatan tetap diberikan meski perusahaan belum melunasi iuran.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sti Hardianto, menjelaskan bahwa BPJS hanya memfasilitasi komunikasi dan meneruskan permohonan ke kantor pusat, sementara keputusan aktivasi kembali berada di tingkat direksi.
Titus menyatakan bahwa tunggakan perusahaan mencakup dua bulan, namun manajemen hanya mampu membayar satu bulan pertama.
Manajemen PT Pakerin berjanji akan melunasi tunggakan satu bulan berikutnya pada hari yang sama, sehingga kepesertaan dapat diaktifkan kembali.
Perwakilan buruh mengonfirmasi adanya kesepakatan dan berharap pembayaran segera dilaksanakan.
Serikat pekerja juga menuntut perubahan kebijakan, agar layanan BPJS tetap diberikan kepada pekerja meski perusahaan menunggak, dengan penagihan iuran tetap dibebankan kepada perusahaan.
Pemerintah daerah Mojokerto serta Dinas Ketenagakerjaan diharapkan memantau situasi dan menengahi antara perusahaan dan pekerja.
Demo ini mencerminkan ketegangan antara perusahaan konstruksi dan pekerja terkait kepastian sosial, terutama dalam bidang kesehatan.
Jika tidak segera diselesaikan, risiko kesehatan pekerja dapat meningkat dan menambah beban ekonomi keluarga.
Aksi demo berakhir damai; BPJS dan perusahaan berjanji menyelesaikan tunggakan, sementara serikat tetap menuntut kepastian layanan bagi anggotanya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan