Media Kampung – 08 April 2026 | Polisi di wilayah Malang berhasil menangkap seorang pria berusia 50 tahun yang diduga melakukan pembobolan rumah di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, saat pemilik rumah sedang melaksanakan salat Idul Fitri.

Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan Maret 2026, ketika banyak warga berkumpul untuk melaksanakan ibadah Idul Fitri, meninggalkan rumah mereka dalam keadaan relatif sepi.

Setelah kembali dari salat, korban menemukan kondisi rumah dan warungnya dalam keadaan berantakan, kemudian melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian.

Penyelidikan mengungkap bahwa dua unit handphone, uang tunai sekitar satu juta rupiah, serta satu set mesin las beserta perlengkapannya telah hilang akibat tindakan pencurian itu.

Kerugian materiil yang diderita korban diperkirakan melebihi tiga koma tiga lima juta rupiah.

AKP Bambang Subinajar, juru bicara Polres Malang, menyatakan bahwa pelaku tampaknya merencanakan aksinya dengan memanfaatkan situasi tenang saat warga melaksanakan salat Idul Fitri.

Kasus ini terungkap berkat kerja sama tim Satreskrim Polres Malang yang menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dalam proses penyelidikan.

Jejak‑jejak yang ditemukan di lokasi kejadian memungkinkan tim mengidentifikasi pelaku dan melacak keberadaannya di tempat persembunyiannya.

Pada Rabu, 8 April 2026, polisi melakukan penggerebekan dini hari di lokasi persembunyian dan berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan.

Pelaku yang diidentifikasi dengan inisial D merupakan warga setempat, menimbulkan keprihatinan mengenai tingkat keamanan di lingkungan tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, bahkan pada saat perayaan keagamaan, serta memastikan barang‑barang berharga tersimpan dengan aman.

Kasus ini menegaskan pentingnya laporan cepat dari korban dan kerja sama aktif antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Polres Malang akan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan apakah pelaku bertindak secara tunggal atau merupakan bagian dari jaringan kriminal yang lebih luas.

Insiden ini menjadi peringatan bahwa masa-masa perayaan dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga penduduk diharapkan meningkatkan langkah pencegahan demi keamanan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.