Media Kampung – 08 April 2026 | Gubernur Boyolali, Agus Irawan, menegaskan komitmen penuh Kabupaten untuk menyukseskan rangkaian acara Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 serta Musyawarah Nasional Sekretariat Wartawan Indonesia (Munas SWI) yang dijadwalkan pada 18‑21 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama ketua panitia Prof. Dr. Ir. Supiat Nasir, M.B.A, di kantor Bupati pada Senin, 6 April 2026.

Bupati menambahkan, koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Sekretaris Daerah akan dipercepat agar pelaksanaan acara berjalan optimal.

Ia menekankan bahwa dukungan bukan sekadar seremonial, melainkan wujud pengakuan atas peran strategis pers dalam menjaga transparansi dan akurasi informasi publik.

Prof. Supiat Nasir mengapresiasi sambutan tersebut, menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi energi penting bagi panitia untuk menyelenggarakan acara berkualitas.

Tokoh masyarakat Boyolali, Suwarno, M.Pd., menegaskan pentingnya kolaborasi semua elemen, termasuk pers, dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, partisipasi pers dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama di kalangan warga.

Acara HKPS 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan kebebasan pers, sekaligus forum pertukaran pengetahuan bagi jurnalis Indonesia.

Selama empat hari, rangkaian seminar, lokakarya, dan diskusi panel akan membahas tantangan etika, digitalisasi, dan peran media dalam demokrasi.

Munas SWI akan menyusun kebijakan strategis untuk meningkatkan kapasitas Sekber Wartawan Indonesia dalam mendukung wartawan di seluruh nusantara.

Panitia menargetkan partisipasi lebih dari seratus organisasi pers, baik dari tingkat pusat maupun daerah.

Pemerintah Kabupaten Boyolali telah menyiapkan fasilitas logistik, keamanan, dan jaringan komunikasi yang memadai untuk mendukung kedatangan delegasi nasional dan internasional.

Bidang pariwisata setempat juga dipersiapkan untuk menampilkan kekayaan budaya dan kuliner Boyolali kepada para peserta.

Penguatan infrastruktur media di Boyolali, termasuk pusat pelatihan jurnalistik, menjadi salah satu agenda jangka panjang yang direncanakan pasca acara.

Kehadiran acara berskala nasional ini diharapkan meningkatkan citra Boyolali sebagai pusat inovasi pers dan pendidikan jurnalistik.

Komunitas media lokal menilai peluang ini sebagai stimulus untuk meningkatkan kualitas laporan berita dan memperluas jaringan kolaboratif.

Seluruh persiapan dijadwalkan selesai pada akhir April 2026, menjelang pelaksanaan resmi pada pertengahan Mei.

Jika semua berjalan lancar, Boyolali akan mencatat sejarah sebagai tuan rumah pertama bagi HKPS dan Munas SWI secara bersamaan.

Penutup, pemerintah daerah menegaskan kembali komitmen untuk memastikan acara berlangsung aman, inklusif, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pers di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.