Media Kampung – 05 April 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara pada dini hari, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan tsunami.

BMKG langsung mengeluarkan peringatan tsunami tingkat tiga dan menyarankan penduduk untuk menjauh dari pantai serta zona rawan air laut.

Pemerintah Kabupaten Bitung membuka posko darurat di Balai Kota dan menginstruksikan evakuasi warga di daerah pesisir dalam waktu singkat.

Warga setempat melaporkan getaran kuat yang membuat perabotan bergeser dan beberapa atap rumah mengalami keretakan.

Beberapa jaringan listrik dan telekomunikasi terganggu, sementara jalan utama di sekitar pelabuhan mengalami kerusakan ringan.

Tim SAR daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk dan menyiapkan bantuan logistik.

Seorang pejabat BMKG, Dr. Rina Suryani, menyatakan, “Kami terus memantau pergerakan laut dan menegaskan pentingnya kepatuhan warga terhadap arahan evakuasi demi keselamatan bersama”.

Gempa dengan kekuatan serupa pernah terjadi di Sulawesi Utara pada tahun 2018, namun skala tsunami yang diprediksi kali ini lebih tinggi karena kedalaman yang dangkal.

Peringatan tsunami yang dikeluarkan mencakup wilayah pantai Bitung, Tomohon, dan sekitarnya, dengan estimasi gelombang awal mencapai 0,5 hingga 1 meter.

BMKG menekankan pentingnya edukasi tentang prosedur tsunami, termasuk menandai jalur evakuasi dan menyediakan tempat penampungan yang aman.

Relawan lokal bersama lembaga kemanusiaan menyiapkan paket makanan, air bersih, dan perlengkapan medis untuk korban yang mengungsi.

Saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun beberapa orang mengalami luka ringan akibat puing yang jatuh.

Petugas terus memantau aktivitas seismik dan kondisi laut, sementara upaya pemulihan infrastruktur dan pemulangan warga ke rumah dipercepat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.