Media Kampung – 03 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi perintah tegas kepada BNPB untuk mempercepat proses evakuasi warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter di wilayah Bitung, Sulawesi Utara, serta daerah sekitarnya di Maluku Utara.
Instruksi tersebut disampaikan pada pagi hari Kamis, 2 April 2026, melalui Kepala BNPB yang langsung turun ke lapangan bersama tim reaksi cepat.
Seskab BNPB, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa seluruh aparat, TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk secepat mungkin.
“Kami telah menginstruksikan seluruh tim untuk bergerak secepatnya,” ujar Teddy dalam keterangan resmi.
Gempa yang berpusat di perairan Bitung menimbulkan gelombang tsunami kecil, dengan tinggi 0,2 meter di Bitung dan 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06.15 WIB.
Meski relatif rendah, BNPB mengingatkan masyarakat pesisir untuk menjauh dari pantai dan menunggu pernyataan keamanan dari otoritas.
Data BNPB yang dipaparkan oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, mencatat dua gempa susulan dengan magnitude 5,5 dan 5,2 pada pukul 06.07 dan 06.12 WIB.
Kedua gempa susulan berpusat di laut dan tidak menimbulkan potensi tsunami, namun dirasakan oleh warga di zona terdampak.
Pemerintah daerah Sulawesi Utara dan Maluku Utara telah berkoordinasi erat dengan BNPB untuk menyiapkan tempat penampungan sementara.
Di desa Batang Dua, warga yang kehilangan tempat tinggal kini tinggal di tenda darurat yang dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana.
Beberapa keluarga di Batang Dua merayakan Paskah dalam suasana sederhana di tenda, menandakan ketahanan mental meski berada dalam kondisi darurat.
Tim BNPB bersama aparat setempat terus melakukan inspeksi bangunan yang rusak dan melarang penduduk kembali ke rumah yang belum dinyatakan aman.
Petugas juga menyiapkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan medis untuk korban yang mengungsi.
Menurut Teddy, proses evakuasi diarahkan ke lokasi yang sudah dipersiapkan sebagai pusat penampungan di Bitung dan sekitarnya.
Para relawan lokal membantu distribusi bantuan serta memberikan informasi kepada warga mengenai jalur evakuasi yang aman.
BNPB menegaskan bahwa pemantauan kondisi geologi dan laut akan terus dilakukan selama 48 jam ke depan.
Jika terjadi gelombang susulan, peringatan tambahan akan disampaikan melalui sistem peringatan dini nasional.
Pemerintah pusat juga menginstruksikan agar media tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah kepanikan.
Sejumlah sekolah di wilayah terdampak sementara ditutup, sementara anak-anak yang mengungsi ditempatkan di ruang belajar darurat.
Para pejabat menekankan pentingnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana, dengan harapan proses evakuasi selesai dalam waktu singkat.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan jumlah korban dapat diminimalisir dan kondisi keamanan warga terjaga hingga situasi kembali stabil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan