Media Kampung – 31 Maret 2026 | Sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 yang mengangkut rombongan pengantar pengantin terperosok ke dalam jurang di Desa Layang Lekat, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada Minggu pagi, 29 Maret 2026. Kecelakaan itu menewaskan tiga orang korban jiwa.

Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di ruas jalan penghubung antara Desa Sekayun dan Desa Bajak 2, tepat saat kendaraan melintasi tikungan tajam di kawasan perbukitan. Jalan tersebut dikenal berkelok dan memiliki tebing curam di sebelah kiri lintasan.

Mobil yang terlibat adalah Mitsubishi L300 berwarna putih, diperkirakan mengangkut sekitar sepuluh penumpang termasuk pengantin dan keluarga. Penumpang yang tewas diketahui bernama Ansori bin Cikman dan Abai, keduanya warga Desa Bang Haji, serta satu korban tambahan yang belum diidentifikasi.

Menurut saksi mata, kendaraan kehilangan kendali ketika menuruni turunan dan berbelok ke jurang, kemungkinan karena kecepatan berlebih atau kondisi jalan licin setelah hujan semalam. Tidak ada laporan kerusakan mekanis yang jelas pada saat kejadian.

Warga setempat, Andi Lala, menjelaskan, “Kami melihat mobil itu masuk ke tikungan, tiba‑tiba mobil meluncur ke jurang.” Ia menambahkan bahwa rombongan itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi resepsi di Desa Bajak 2.

Salah satu korban, Ansori bin Cikman, merupakan kakak kandung anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Jon Karnedi. Jon menyampaikan rasa duka yang mendalam dan menegaskan bahwa kecelakaan tersebut menimpa keluarga terdekatnya.

Jon Karnedi mengatakan, “Kejadian ini sangat menyakitkan bagi kami, terutama karena kehilangan saudara saya.” Ia menambahkan bahwa pihak keluarga akan memberikan dukungan kepada korban luka lainnya.

Setelah mobil jatuh, warga desa secara sukarela mengerahkan tali dan peralatan sederhana untuk mengevakuasi bangkai kendaraan dari dasar jurang. Korban yang selamat langsung dilarikan ke puskesmas terdekat menggunakan kendaraan roda dua dan tiga.

Polisi setempat membuka penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti, termasuk kemungkinan faktor kecepatan, kondisi jalan, dan kelalaian pengemudi. Tim forensik telah mengamankan lokasi, merekam jejak rem, dan mengumpulkan kesaksian dari saksi.

Insiden serupa baru-baru ini terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, di mana sebuah minibus jatuh ke jurang tanpa menimbulkan korban jiwa. Kasus tersebut menyoroti risiko tinggi pada jalan menanjak dan berkelok di wilayah pegunungan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berjanji akan meninjau kembali kondisi jalan di daerah rawan kecelakaan, termasuk pemasangan rambu peringatan kecepatan dan perbaikan permukaan jalan. Dinas Perhubungan menambahkan bahwa program pelatihan pengemudi kendaraan niaga akan dipercepat.

Dengan tiga korban jiwa, tragedi ini menambah daftar kecelakaan maut di jalur berbahaya Bengkulu Tengah. Masyarakat berharap langkah perbaikan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.