Media Kampung – 31 Maret 2026 | Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengumumkan bahwa rekonstruksi lima titik zebra cross di Jalan Soepomo, Tebet akan dimulai Senin malam. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan keteraturan lalu lintas di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil setelah kritik publik muncul akibat sebagian marka penyeberangan menghilang saat perbaikan jalan akhir tahun 2025. Warga setempat kemudian melukis sendiri garis putih serta menambahkan gambar seperti karakter Pac‑Man untuk menutupi kekosongan tersebut.
Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga, menyampaikan penyesalan atas hilangnya zebra cross dan meminta maaf kepada pengguna jalan. Ia menegaskan bahwa marka baru akan dipasang sesuai standar teknis setelah permukaan jalan mencapai kondisi kering optimal.
Pihak dinas menjelaskan bahwa cat termoplastik lama tertutup lapisan aspal baru yang diterapkan pada akhir 2025, sehingga membuat penyeberangan tidak terlihat. Pekerjaan pengaspalan tersebut juga berbarengan dengan program peningkatan trotoar di kawasan itu.
Teknisi menambahkan bahwa cat termoplastik memerlukan suhu permukaan minimal 30 °C dan kondisi bebas kelembaban untuk melekat dengan baik. Curah hujan yang tinggi pada bulan Maret sempat menunda beberapa persiapan, namun jadwal tetap dipertahankan untuk pelaksanaan malam hari.
Rekonstruksi akan dilaksanakan di lima lokasi yang dianggap paling rawan, dimulai dari segmen dekat pintu masuk Pancoran. Pekerja akan menggunakan material termoplastik reflektif yang memenuhi spesifikasi keselamatan jalan nasional.
Usaha warga mendapat sorotan ketika foto Ryan Iqbal tentang zebra cross improvisasi pada Minggu, 29 Maret, viral di media sosial. Gambar tersebut memicu Dinas Bina Marga mengakui inisiatif publik.
Suwondo memuji tindakan warga sebagai contoh tanggung jawab kolektif atas ruang publik. Ia menilai bahwa inisiatif semacam ini membantu pemerintah memprioritaskan area yang memerlukan penanganan cepat.
Dinas berencana mengintegrasikan penyeberangan yang baru dicat dengan lampu lalu lintas dan pulau penyeberangan yang sudah ada bila diperlukan. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan akan memastikan sinkronisasi sinyal demi keamanan pejalan kaki.
Selain marka visual, proyek ini mencakup perbaikan tepi jalan serta pemasangan paving taktil untuk penyandang gangguan penglihatan. Langkah tersebut selaras dengan roadmap mobilitas inklusif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2024.
Pihak dinas memperkirakan pekerjaan selesai dalam dua minggu, setelah itu inspeksi rutin akan memeriksa ketahanan dan visibilitas marka. Jika ditemukan cacat, perbaikan akan dilakukan sebelum penyeberangan resmi dibuka.
Pedagang dan usaha di sekitar Jalan Soepomo telah diajak berdiskusi untuk meminimalkan gangguan, serta akan dipasang rambu sementara yang mengarahkan pengendara mengelilingi zona kerja pada malam hari. Dinas meyakinkan bahwa alur kendaraan tidak akan terganggu signifikan.
Pemulihan zebra cross selaras dengan kampanye keselamatan jalan Jakarta 2023 yang menargetkan penurunan kecelakaan pejalan kaki sebesar 15 % pada 2026. Pejabat berharap marka baru berkontribusi mencapai target tersebut.
Selama pekerjaan malam berlangsung, warga diminta berhati-hati di sekitar area konstruksi dan melaporkan bahaya ke hotline Dinas. Otoritas menegaskan komitmennya menyediakan jalan yang aman dan tertib bagi semua komuter.
Secara keseluruhan, penataan ulang zebra cross menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur perkotaan yang fungsional dan aman. Proyek ini menegaskan bahwa responsifitas pemerintahan dapat mengubah keluhan warga menjadi perbaikan nyata.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan