Media Kampung – 30 Maret 2026 | Senin, 30 Maret 2026, Kompleks Kepatihan Pemda DIY menjadi lokasi silaturahmi sekaligus peringatan hari jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kehadiran Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara tersebut menampilkan beragam lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

Sejumlah anak, remaja, hingga lansia penyandang disabilitas diberikan kesempatan khusus untuk bertemu langsung dengan gubernur, dengan penempatan antrean terdepan sebagai prioritas. Hal ini dimaksudkan agar interaksi berlangsung lebih cepat dan terasa personal.

Natan, seorang siswa SLB Negeri 1 Yogyakarta yang menggunakan kursi roda, mengekspresikan kebahagiaan atas pertemuan pertamanya dengan Sri Sultan. “Senang sekali, ingin ikut lagi tahun depan,” ujarnya singkat.

Guru pendamping, Sunarti, menegaskan bahwa ini merupakan kali pertama bagi lima muridnya untuk berpartisipasi dalam acara serupa. “Sebelumnya belum pernah ada kesempatan seperti ini,” jelasnya.

Panitia menyiapkan jalur khusus yang mengarahkan peserta difabel dari area belakang ke depan, sehingga mereka dapat segera bertemu gubernur tanpa menunggu lama. Penataan ini dianggap meningkatkan rasa inklusif dalam acara publik.

Pertemuan dengan pemimpin daerah diharapkan memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak penyandang disabilitas, memperkenalkan mereka pada proses pemerintahan secara langsung. Menurut salah satu pendamping, interaksi semacam ini memperkaya pemahaman sosial mereka.

Penyelenggara mengindikasikan harapan agar partisipasi anak disabilitas dapat lebih luas pada peringatan tahun depan. “Kami ingin melibatkan lebih banyak sekolah dan lembaga, sehingga manfaatnya semakin merata,” kata perwakilan panitia.

Acara juga menjadi ajang promosi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, dengan penyediaan makanan gratis mulai dari dawet, soto, hingga angkringan. Lebih dari puluhan pedagang menyiapkan hidangan untuk ribuan pengunjung.

Wisnu, pedagang dawet, meningkatkan produksi menjadi 400 porsi, empat kali lipat dibandingkan hari biasa, untuk memenuhi permintaan. Ia menambahkan persiapan dimulai sejak pagi hari agar tidak terjadi kekurangan.

Sugiono, penjual angkringan, melaporkan bahwa 15 gerobak makanan dan dua gerobak minuman tersedia, dengan total sekitar 2.250 porsi. Menu meliputi nasi kucing, kikil, sate, dan berbagai lauk tradisional.

Berbagai bahan makanan dipasok oleh pemasok kecil, menciptakan rantai pasok yang menggerakkan ekonomi lokal. “Acara ini memberikan peluang penjualan yang signifikan bagi pedagang kecil,” ujar Sugiono.

Sekretaris Daerah, Ni Made Dwipanti Indrayanti, memperkirakan kehadiran antara lima hingga sepuluh ribu orang selama acara. Ia menilai keberhasilan silaturahmi ini sebagai langkah penting mengembalikan kegiatan publik pasca pandemi.

Kehadiran Gubernur Sri Sultan, bersama dukungan UMKM dan partisipasi luas masyarakat, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap inklusivitas dan pemberdayaan ekonomi lokal. Acara ini menutup hari peringatan DIY dengan suasana kebersamaan yang kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.