Media Kampung – 29 Maret 2026 | Pada puncak arus balik Lebaran 2026, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengalami kemacetan parah ketika lebih dari 97 ribu kendaraan berusaha menyeberang ke Bali. Operator pelabuhan memutuskan untuk memprioritaskan sepeda motor, bus, dan mobil pribadi demi menjaga kelancaran arus mudik.
Data resmi menunjukkan bahwa hingga hari ketujuh setelah Lebaran (H+7), sekitar 97.000 kendaraan telah berhasil menyeberang kembali ke Pulau Bali. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan transportasi lintas Selat Bali pada periode tersebut.
Sejak pukul 08.00 WIB, ribuan sepeda motor dari arah selatan (Jember‑Banyuwangi) dan utara (Situbondo‑banyuwangi) terus berdatangan dan mengisi pintu otomatis khusus motor di pelabuhan. Keberadaan motor dalam jumlah besar menambah tekanan pada fasilitas masuk yang terbatas.
Mobil pribadi juga memenuhi area parkir utama, menambah kepadatan di jalur masuk dermaga. Petugas kesehatan bersama anggota TNI memberikan pertolongan pertama kepada pengendara yang hampir pingsan akibat antrean lama.
Sementara itu, truk logistik yang akan menyeberang ke Gilimanuk mulai berbondong‑bonjong sejak dini hari dan harus menunggu hingga 12 jam di buffer zone. Antrean panjang terurai secara bertahap setelah pukul 10.00 WIB, memungkinkan sebagian truk melanjutkan perjalanan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa kebijakan prioritas tidak melarang truk, melainkan mengarahkan mereka ke zona penampungan di Dermaga Bulusan atau Terminal Sri Tanjung bila arus balik padat. “Jika memungkinkan, truk dapat langsung diangkut; bila tidak, mereka dialihkan ke buffer zone,” ujarnya.
Pemudik yang menunggu lama melaporkan rasa lelah dan kebutuhan akan fasilitas istirahat yang memadai. Pihak kepolisian turut membantu dengan mengarahkan sebagian kendaraan ke rute alternatif guna mengurangi kepadatan di pelabuhan utama.
Penggunaan buffer zone di Bulusan dan Terminal Sri Tanjung menjadi titik penampungan utama bagi kendaraan yang tidak mendapat prioritas. Kedua lokasi tersebut diperlengkapi dengan area parkir luas namun masih mengalami keterbatasan kapasitas pada puncak arus balik.
Meskipun antrean masih panjang, arus kendaraan terus bergerak dan sebagian besar pengendara berhasil menyeberang ke Bali. Upaya koordinasi antara operator pelabuhan, ASDP, TNI, dan layanan kesehatan menunjukkan respons bersama terhadap tantangan logistik Lebaran.
Secara keseluruhan, kemacetan di Pelabuhan Ketapang pada arus balik Lebaran 2026 menegaskan pentingnya penataan prioritas dan pengelolaan ruang penampungan untuk memastikan kelancaran transportasi lintas selat dalam situasi permintaan tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan