Media Kampung – 05 April 2026 | Hujan lebat dengan angin kencang melanda Kabupaten Jember pada Sabtu sore, 4 April, menyebabkan sebuah pohon trembesi raksasa tumbang di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono.
Tumbangnya pohon menutup jalan utama dan merusak fasilitas publik.
Angin kencang membawa pohon dengan keliling batang mencapai 100 cm menimpa badan jalan.
Selain menghalangi akses kendaraan roda empat, pohon tersebut juga menjatuhkan kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi.
Potensi bahaya listrik mengancam warga sekitar dan pengguna jalan.
Setelah menerima laporan dari warga, tim reaksi cepat BPBD segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penilaian awal.
Koordinasi dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta perangkat desa setempat.
Proses evakuasi dijalankan secara kolaboratif, melibatkan petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, Dishub, dan aparat desa.
Mereka memotong batang pohon dengan gergaji mesin untuk membuka kembali jalur lalu lintas.
Upaya pemotongan berlangsung selama beberapa jam, mengingat ukuran pohon yang besar dan posisi yang menempel pada tiang listrik.
Tim memastikan tidak ada korban luka akibat jatuhan pohon atau kabel yang bersentuhan.
Pada pukul 19.30 WIB, Pusdalops BPBD Jember melaporkan bahwa penanganan telah selesai.
Jalan utama telah dibuka kembali dan arus lalu lintas kembali normal.
Edy Budi Susilo menegaskan kondisi saat ini aman dan terkendali setelah semua bagian pohon berhasil dievakuasi.
Ia menambahkan bahwa pemantauan lanjutan akan tetap dilakukan.
Bencana ini menyoroti risiko pohon trembesi yang memiliki akar kuat namun cabang lebar, rentan tumbang pada kondisi cuaca ekstrem.
Daerah perkotaan dan pinggir jalan sering kali menampung pohon sejenis tanpa perawatan khusus.
BPBD Jember merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemangkasan rutin pada pohon-pohon yang berpotensi mengancam keselamatan publik.
Langkah preventif ini diharapkan dapat mengurangi kejadian serupa.
Masyarakat diminta untuk melaporkan pohon yang tampak rapuh atau berada terlalu dekat dengan infrastruktur vital.
Partisipasi publik menjadi faktor penting dalam mitigasi bencana.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas hujan sedang hingga lebat pada sore hari tersebut, disertai kecepatan angin mencapai 45 km/jam.
Kondisi tersebut masuk dalam kategori cuaca ekstrem untuk wilayah Jember.
Sejumlah daerah lain di Kabupaten Jember juga mengalami gangguan ringan, seperti banjir lokal dan tanah longsor mini.
Namun, tidak ada laporan kerusakan signifikan selain insiden pohon trembesi.
Tim BPBD mengingatkan bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan frekuensi kejadian cuaca ekstrem di masa depan.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan daerah harus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Jember berencana menyusun peta risiko yang memetakan lokasi pohon-pohon besar di sepanjang jalan protokol.
Peta ini akan menjadi acuan dalam penataan ruang dan penanggulangan bencana.
Sementara itu, warga Desa Sukosari menyampaikan rasa terima kasih atas respon cepat tim penanganan.
Mereka berharap perbaikan infrastruktur jalan dapat dilakukan lebih permanen.
Pada hari berikutnya, setelah evakuasi selesai, pihak Dishub melakukan inspeksi jalan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada lapisan aspal.
Hasil inspeksi menunjukkan kondisi jalan kembali layak lewati kendaraan berat.
Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya edukasi masyarakat mengenai prosedur evakuasi dan cara mengamankan diri saat terjadi bahaya pohon tumbang.
BPBD mengadakan pelatihan singkat di desa-desa sekitar.
Secara keseluruhan, penanganan insiden pohon trembesi di Sukowono menunjukkan koordinasi lintas sektoral yang efektif.
Respons cepat berhasil meminimalisir dampak pada mobilitas dan keselamatan publik.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk meningkatkan program penanaman pohon yang aman dan sesuai standar teknis.
Penanaman kembali di area yang terdampak akan dilakukan dengan spesies yang lebih tahan terhadap angin.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti update cuaca melalui media lokal dan aplikasi resmi.
Kesigapan dalam merespon peringatan cuaca dapat menyelamatkan nyawa.
Dengan jalan yang kembali terbuka dan kondisi aman, aktivitas ekonomi di wilayah tersebut dapat kembali normal.
BPBD Jember akan terus memantau potensi bahaya lainnya selama musim hujan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan