Media Kampung – 02 April 2026 | Curah hujan tinggi disertai angin kencang pada Senin (30/3) menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang di RT 03 RW 01, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Material tanah menutupi jalan utama yang menghubungkan RT 02 dan RT 03, memutus akses penduduk dan menimbun sebagian halaman rumah warga.
Setelah menerima laporan singkat dari warga, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, langsung mengerahkan Tim Tanggap Darurat ke lokasi.
Tim tersebut berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember serta staf kelurahan untuk menilai kerusakan dan mengatur penanganan darurat.
Faiturohman, anggota tim di lapangan, menjelaskan prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga yang terdampak.
Walaupun tidak ada korban jiwa, keluarga Bapak Sarman yang rumahnya terendam tanah longsor telah dipindahkan sementara ke rumah kerabat terdekat.
Petugas juga memutus aliran listrik jalan sekitar untuk menghindari risiko korsleting akibat tanah basah.
Tim gabungan yang meliputi relawan PMI, petugas BPBD, serta warga setempat mulai membersihkan material longsor secara bergotong‑royong.
Proses normalisasi jalan masih berlangsung, dengan harapan akses dapat dibuka kembali dalam beberapa hari ke depan.
Ketua RW 01 Kelurahan Kepatihan, Sutikno, mengapresiasi respons cepat semua pihak dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
PMI Jember terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan tidak ada bahaya lanjutan sebelum warga kembali ke tempat tinggal masing‑masing.
Tim relawan KSR PMI Jember membantu menyiapkan tenda darurat dan menyediakan perlengkapan dasar bagi keluarga yang mengungsi.
Selain evakuasi, petugas juga membagikan informasi tentang tindakan pencegahan longsor kepada warga yang tinggal di daerah rawan.
BPBD Jember mencatat bahwa kejadian ini dipicu oleh intensitas hujan yang melebihi ambang batas normal selama tiga hari berturut‑turut.
Ahli geologi setempat menambahkan bahwa kondisi tanah lempung dan kemiringan area memperparah risiko longsor bila terjadi hujan deras.
Penutup sementara menunjukkan tidak ada laporan luka-luka serius, namun potensi bahaya lanjutan tetap dipantau secara intensif.
Pemerintah Kabupaten Jember berjanji akan meningkatkan program mitigasi bencana, termasuk pembuatan saluran drainase dan penanaman pohon penahan tanah.
Warga diharapkan melaporkan segera setiap tanda bahaya, seperti retakan tanah atau aliran air yang tidak normal, kepada petugas setempat.
PMI Jember menegaskan komitmen untuk terus memberikan bantuan medis dan logistik bila diperlukan di masa depan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh wilayah Jawa Timur tentang dampak perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi hujan ekstrem.
Dengan koordinasi lintas lembaga, diharapkan respons terhadap bencana serupa dapat menjadi lebih cepat dan terorganisir.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan