Media Kampung – ASDP berencana menambah buffer zone di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Lokasi terbaru yang dipilih adalah eks gudang Pusri yang terletak sekitar dua kilometer arah utara Pelabuhan Ketapang. Langkah ini diambil untuk mengurangi kendaraan yang ada di jalan saat terjadi kepadatan, sekaligus meningkatkan kelancaran pelayanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Pemilihan Lokasi Buffer Zone
Menurut Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, penambahan buffer zone ini sangat penting untuk meningkatkan kelancaran layanan penyeberangan. ASDP telah melakukan survei terhadap dua lokasi untuk dijadikan area buffer zone, yaitu lahan milik PTPN di wilayah Wongsorejo dan eks gudang Pusri. Namun, setelah dilakukan survei, Heru menyatakan bahwa lahan milik PTPN terlalu jauh, berada sekitar 14 kilometer dari pelabuhan, ditambah akses dari jalan raya masih harus menjangkau sejauh 4 kilometer.
Persiapan Fasilitas
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, ASDP memutuskan untuk menjadikan eks gudang Pusri sebagai area buffer zone. Lokasi ini dinilai lebih dekat dengan pelabuhan. Rencana selanjutnya adalah melakukan penyesuaian dan menambah fasilitas yang diperlukan seperti toilet dan kamar mandi, serta menyediakan stand UMKM untuk masyarakat.
Proses Penghapusan Aset
Heru menambahkan bahwa saat ini lahan eks Pusri dalam proses penghapusan aset, karena masih terdapat bangunan di atasnya. Proses penghapusan aset telah diajukan ke Danantara sejak tahun 2025. “Sebenarnya sudah diajukan mungkin lebih dari satu tahun yang lalu, tapi belum diproses. Kami meminta percepatan untuk segera dilakukan,” ujarnya.
Target Penggunaan
Area eks gudang Pusri ini ditargetkan dapat segera difungsikan sebagai buffer zone Pelabuhan Ketapang sebelum masa liburan akhir tahun. “Nanti sebelum Natal tahun baru sudah bisa kita gunakan,” tambah Heru.














