Media Kampung – 10 April 2026 | Banyuwangi, 9 April 2026 – Detasemen TNI AU Rajegwesi menyelenggarakan doa bersama untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Udara. Acara tersebut diadakan pada Kamis, 9 April, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan nasional.
Kegiatan diwarnai dengan tema “Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH, Indonesia Maju” yang menekankan komitmen angkatan udara dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat. Tema itu dijadikan landasan agar acara tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga mengukuhkan nilai kebersamaan.
Beragam unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat hadir, termasuk Camat Pesanggaran, Danramil 0825/11, serta Kapolsek Tegalsari dan Kapolsek Pesanggaran. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap TNI AU.
Perwakilan Puslatpur 7 Lampon, Danposal Pancer, serta Kepala Airnav Banyuwangi turut berpartisipasi dalam doa bersama. Representasi institusi penerbangan mempertegas peran strategis TNI AU dalam pengelolaan ruang udara.
Perwakilan PT Bumi Suksesindo dan Bandara Internasional banyuwangi juga ikut serta, menandakan kerjasama antara sektor swasta dan militer. Kedatangan mereka menambah dimensi ekonomi pada peringatan militer.
kepala desa Sarongan, Kandangan, dan Kalibaruwetan hadir bersama pengurus paralayang Banyuwangi. Kehadiran desa‑desa lokal menegaskan hubungan erat antara TNI AU dan komunitas pedesaan.
Kepala Seksi Taman Nasional Sukamade dan tokoh agama setempat turut hadir, memperluas cakupan kehadiran lintas bidang. Partisipasi ini menambah nuansa kebersamaan antar institusi.
Komandan Detasemen Rajegwesi, Peltu Salikul Imam, membuka acara dengan menekankan pentingnya momentum 80 tahun sebagai refleksi perjalanan panjang. Ia menambahkan bahwa TNI AU terus meningkatkan profesionalisme dan kedekatan dengan rakyat.
“Selama delapan dekade, TNI AU telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kedaulatan udara nasional,” ujar Salikul Imam. “Melalui momentum ini, kami ingin terus meningkatkan profesionalisme serta kedekatan dengan rakyat,” tambahnya.
Komandan menegaskan bahwa kekuatan pertahanan udara tidak hanya bergantung pada alutsista, tetapi juga pada soliditas hubungan antara prajurit dan masyarakat. Ia menilai sinergi masyarakat memberi energi moral bagi personel TNI AU.
“Sinergi bersama rakyat adalah kekuatan penting bagi TNI AU. Dukungan masyarakat memberi energi moral bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya lagi. Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya dukungan sipil dalam tugas pertahanan.
Doa bersama dipilih sebagai pendekatan spiritual yang sarat makna, menurut Salikul Imam. Ia menilai kegiatan keagamaan dapat mempererat nilai kebersamaan, persatuan, dan sinergitas lintas sektor.
Puncak acara diisi dengan lantunan doa kolektif yang menyampaikan rasa syukur atas perjalanan TNI AU. Doa tersebut juga memohon keselamatan dan kemampuan dalam menjalankan tugas di tengah tantangan pertahanan yang semakin kompleks.
Acara berlangsung di area detasemen yang dihiasi dengan bendera merah putih dan spanduk peringatan. Suasana khidmat tercipta berkat kehadiran tokoh agama yang memimpin doa.
Kehadiran tokoh masyarakat Desa Sarongan dan Desa Kandangan menambah dimensi sosial pada peringatan. Kedua desa menegaskan rasa bangga terhadap kontribusi TNI AU dalam menjaga wilayah udara setempat.
Selain doa, acara juga menyajikan sambutan singkat dari perwakilan pemerintah daerah. Sambutan menekankan pentingnya kerja sama antara militer dan pemerintah dalam menjaga keamanan nasional.
Para perwira dan anggota TNI AU yang hadir menampilkan seragam lengkap, menandakan profesionalisme dan disiplin. Penampilan seragam menjadi simbol identitas dan dedikasi institusi.
Sejumlah warga lokal menyampaikan harapan agar TNI AU terus diberikan kemampuan teknologi modern. Harapan tersebut sejalan dengan visi TNI AU untuk memperkuat alutsista di era digital.
Dalam kesempatan itu, Kepala Airnav Banyuwangi menegaskan pentingnya koordinasi udara sipil dan militer. Koordinasi tersebut dianggap krusial untuk mengoptimalkan pengelolaan ruang udara.
Perwakilan PT Bumi Suksesindo menambahkan bahwa kerja sama dengan TNI AU dapat meningkatkan standar keselamatan penerbangan. Pernyataan tersebut menegaskan sinergi antara industri penerbangan dan pertahanan.
Acara berakhir dengan foto bersama seluruh peserta, menandakan kebersamaan lintas sektor. Foto tersebut akan menjadi arsip penting dalam sejarah peringatan ke-80 TNI AU.
Kegiatan doa bersama ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian TNI AU tidak hanya terwujud melalui operasi militer, melainkan juga melalui kedekatan emosional dengan masyarakat. Pendekatan spiritual dipandang sebagai cara memperkuat ikatan tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, TNI AU diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia. Harapan tersebut tercermin dalam komitmen yang diungkapkan selama acara.
Peltu Salikul Imam menutup acara dengan harapan agar TNI AU senantiasa diberi kekuatan, keselamatan, dan kemampuan dalam menjalankan tugas negara. Penutupannya menegaskan tekad untuk terus beradaptasi menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.
Doa bersama ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan dukungan moral kepada prajurit udara. Dukungan tersebut dianggap penting dalam memperkuat semangat juang.
Kegiatan serupa diharapkan dapat dijadikan contoh bagi detasemen lain dalam merayakan momen penting militer. Pendekatan yang menggabungkan spiritualitas dan kebersamaan dianggap efektif.
Secara keseluruhan, peringatan Dirgahayu ke-80 TNI AU di Detasemen Rajegwesi Banyuwangi memperlihatkan sinergi kuat antara militer, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Momentum ini memperkuat rasa kebangsaan dan komitmen bersama untuk melindungi kedaulatan udara negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan