Banyuwangi – Upaya menjaga harmoni keamanan dan kerukunan sosial terus diperkuat. Rofiq Ripto Himawan melakukan kunjungan silaturahmi ke dua pondok pesantren besar di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/1/2026).
Dua pesantren yang disambangi yakni Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan Tegalsari dan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung.
Kunjungan Kapolresta Banyuwangi tersebut didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi. Rombongan disambut hangat para pengasuh dan pengurus pondok pesantren, mencerminkan kedekatan emosional antara kepolisian dan kalangan pesantren.
Di Ponpes Mabadiul Ihsan, Kapolresta bersilaturahmi langsung dengan KH Maskur Wardi bersama para kiai dan pengurus pondok. Dialog berlangsung santai namun penuh makna, membahas peran pesantren dalam menjaga ketentraman sosial di tengah masyarakat.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Ponpes Darussalam Blokagung. Di pesantren ini, Kapolresta disambut oleh KH Ahmad Hisyam Syafaat beserta jajaran pengasuh.
Kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan silaturahmi dan dialog ringan yang membahas pentingnya kolaborasi ulama dan aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas di Banyuwangi.
Di sela pertemuan, suasana keakraban tampak begitu kental, menandakan hubungan yang telah terjalin lama antara pesantren dan kepolisian.
Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, menanamkan nilai toleransi, serta menjaga persatuan dan keamanan wilayah.
“Pesantren adalah pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang rukun dan berakhlak. Sinergi Polri dan ulama sangat dibutuhkan untuk menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolresta.
Ia berharap komunikasi yang terbangun melalui silaturahmi ini dapat terus terjaga, sehingga setiap dinamika sosial di masyarakat dapat diantisipasi secara bersama-sama.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Banyuwangi untuk terus mendekatkan diri dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan.
Pendekatan dialogis dan humanis ini sejalan dengan semangat Polri Presisi, yang menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menjelang penutup, pesan yang mengemuka dari pertemuan ini adalah satu: keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi buah dari kebersamaan semua elemen masyarakat.

















Tinggalkan Balasan