Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menyiapkan wajah baru pasar tradisional sebagai penopang pariwisata daerah. Pasar Banyuwangi yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan dan diproyeksikan menjadi ikon wisata kuliner baru di Bumi Blambangan.

Pembangunan pasar dengan total anggaran Rp125 miliar tersebut telah mencapai progres sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.

Selain bangunan utama pasar, proyek ini juga mencakup revitalisasi Asrama Inggrisan yang menjadi satu paket pekerjaan. Kehadiran Pasar Banyuwangi diharapkan mampu menghadirkan konsep pasar tradisional modern yang selaras dengan pengembangan sektor pariwisata.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi M Yanuar Bramuda menyampaikan bahwa progres pembangunan sejauh ini telah berjalan sesuai perencanaan.

Menurut Bramuda, Banyuwangi selama ini belum memiliki pasar tradisional modern yang benar-benar ikonik dan mampu menjadi magnet wisata. Karena itu, Pasar Banyuwangi dirancang tidak sekadar sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang publik dan destinasi kuliner.

“Ke depan, kami berharap pasar ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya wisata kuliner, bahkan bisa beroperasi selama 24 jam sehingga roda ekonomi terus bergerak,” ujar Bramuda saat meninjau lokasi pembangunan, Rabu (21/1/2026).

Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan konsep pengembangan Pasar Banyuwangi sebagai pasar tradisional modern yang terintegrasi dengan pusat kuliner. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pedagang lokal.

Bramuda menambahkan, setelah bangunan resmi diserahterimakan dari pemerintah pusat, Pemkab Banyuwangi akan mulai melakukan tahapan pengelolaan dan penataan.

Sebagai bagian dari persiapan operasional, Pemkab Banyuwangi berencana mengajak para pedagang melakukan studi banding ke pasar modern di daerah lain. Kota Malang dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai memiliki pasar yang bersih, tertata, dan berfungsi optimal.

“Rencananya awal Maret 2026 kami akan mengajak pedagang studi banding ke Malang sebagai best practice. Setelah itu dilanjutkan penataan layout, pembagian blok, hingga proses penempatan pedagang,” jelasnya.

Dengan konsep modern dan terintegrasi pariwisata, Pasar Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi rakyat, tetapi juga ikon baru yang memperkaya destinasi wisata Banyuwangi. Kehadiran pasar ini diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat sekitar.