Media Kampung – SERANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Banten mulai menyiapkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 sejak tahun 2027. Ketua DPD Golkar Banten, Andika Hazrumy, menegaskan langkah ini diambil untuk menghindari persiapan mendadak sekaligus memastikan bahwa kader yang maju memiliki loyalitas terhadap partai.
Andika meminta seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi internal, menjaga kekompakan, dan merawat basis suara yang selama ini menjadi kekuatan partai. “Tidak ada lagi kader yang kagetan. Tahun 2027 ini sudah disiapkan drafnya. Nanti kita lihat dari sisi aturan dan regulasi kekaderannya. Kita ingin kader yang diusung Partai Golkar benar-benar memiliki loyalitas,” katanya setelah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ciceri, Kota Serang, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut Andika, Golkar memprioritaskan upaya untuk mempertahankan suara pada Pemilu 2029. Ia meminta anggota DPRD dari Golkar di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk menjaga basis dukungan serta menjalankan amanah masyarakat. “Kita tidak muluk-muluk, tidak minta lebih, tidak minta kurang. Yang penting kita bisa mempertahankan suara yang sudah ada,” ujarnya.
Untuk menghadapi pilkada, Andika menyebut Golkar akan melihat hasil Pemilu Legislatif 2029 sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah politik di setiap daerah. Ia mencatat bahwa pemisahan agenda pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan pilkada menuntut partai untuk memperkuat konsolidasi sejak dini.
Golkar juga berkomitmen untuk mengawal pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Golkar harus ada di tengah-tengah masyarakat. Seluruh kader harus membangun dan mendukung perjuangan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang, Fahmi Hakim, meminta kader menjadikan HUT ke-62 sebagai momentum untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Fahmi menegaskan bahwa Golkar harus menunjukkan kepedulian melalui kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Golkar harus terus dekat dengan masyarakat, bekerja bersama masyarakat, peduli, dan berbuat untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.












