Media Kampung – Aleksander Ceferin memastikan diri akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden UEFA untuk periode keempat. Keputusan tersebut membuatnya tetap berada di sepak bola Eropa, alih-alih mencoba menggantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Ceferin sebelumnya telah menyatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk menantang Infantino.

Namun, pria asal Slovenia tersebut kini memutuskan maju kembali dalam pemilihan Presiden UEFA yang akan berlangsung pada 22 April 2027 di Astana, Kazakhstan. Keputusan itu disampaikan Ceferin kepada para pimpinan asosiasi sepak bola nasional dalam pertemuan di Berlin.

Jika terpilih, ia akan memimpin UEFA hingga 2031 setelah pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2016.

Ceferin Pilih Bertahan di UEFA

“Saya ingin berterima kasih kepada asosiasi-asosiasi nasional atas kepercayaan mereka. Kami telah menghadapi tantangan luar biasa selama beberapa tahun terakhir dan menghadapinya sebagai satu tim,” ujar Ceferin dalam pernyataannya.

Ceferin mengatakan masih ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan di UEFA. Oleh karena itu, Ceferin menerima permintaan dari asosiasi nasional untuk kembali maju dalam pemilihan presiden. “Masih ada pekerjaan penting di depan, dan karena itu saya menerima permintaan mereka,” imbuh Ceferin.

Ambisi dan Tantangan di Depan

“Ambisi saya tetap sama menjaga sepak bola Eropa tetap bersatu, membuat permainan kami lebih kuat dan meninggalkan UEFA dalam kondisi siap untuk generasi berikutnya,” katanya.

Keputusan Ceferin terjadi ketika UEFA tengah berada dalam hubungan yang semakin tegang dengan FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. UEFA bahkan secara terbuka mendorong reformasi di FIFA dan menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan saat ini.

“Para asosiasi nasional kembali menegaskan bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA saat ini. Reformasi institusional saja tidak akan cukup,” demikian pernyataan UEFA.

UEFA juga menilai FIFA membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu menyatukan berbagai pihak. Organisasi sepak bola Eropa itu menginginkan sosok yang memiliki pengalaman, integritas, independensi, serta komitmen terhadap reformasi dan pengembangan sepak bola.

Meski sebelumnya berencana meninggalkan UEFA setelah masa jabatan ketiganya berakhir pada 2027, Ceferin kini berubah keputusan. Ia akan berupaya mendapatkan mandat baru hingga 2031, sementara UEFA masih mencari kandidat yang dianggap mampu menantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA.