Media Kampung – 11 April 2026 | Kaposi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Selly Gantina, menyoroti wacana “war tiket” yang beredar terkait penetapan jemaah haji. Ia menekankan bahwa proses penetapan harus mengutamakan keadilan dan transparansi.
Wacana tersebut muncul setelah munculnya dugaan praktik favoritisme dalam alokasi tiket haji, yang dapat menimbulkan ketidakpuasan publik. Selly Gantina menilai bahwa isu ini berpotensi memicu polemik politik jika tidak ditangani secara terbuka.
PDIP mengingatkan bahwa kebijakan haji harus senantiasa memprioritaskan kepentingan jamaah, bukan kepentingan kelompok atau individu. Penegakan prinsip keadilan menjadi syarat utama untuk menjaga kepercayaan umat.
Selly Gantina menambahkan bahwa partai akan mengawasi proses alokasi tiket haji secara ketat. Ia mengajak semua pihak terkait untuk memperkuat mekanisme pengawasan internal.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan reformasi pada sistem alokasi tiket, termasuk penerapan sistem daring dan audit independen. Namun, masih ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk praktik tidak sah.
PDIP menilai bahwa transparansi publik, seperti publikasi data alokasi, dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan. Penyebaran informasi yang jelas akan memberi ruang bagi masyarakat untuk melakukan kontrol sosial.
Kepala Sekretaris Partai, Gantina, menegaskan bahwa partai tidak akan menutup mata terhadap indikasi kecurangan. Ia menuntut adanya tindakan tegas bagi yang terbukti melanggar aturan.
Pihak Kementerian Agama belum memberikan respons resmi terkait pernyataan PDIP. Namun, kementerian sebelumnya telah menyatakan komitmen pada integritas proses haji.
Para aktivis masyarakat sipil juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi publik dalam mengawasi alokasi tiket. Mereka menuntut mekanisme yang lebih terbuka dan akuntabel.
Jika wacana “war tiket” terbukti benar, implikasinya tidak hanya pada bidang keagamaan, melainkan juga dapat memengaruhi persepsi terhadap pemerintah. Hal ini dapat menambah beban politik bagi partai-partai pendukung kebijakan.
PDIP menyatakan siap berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menelusuri dugaan praktik tidak sah. Fokus utama tetap pada perlindungan hak jamaah haji yang sah.
Dengan menekankan keadilan, PDIP berharap dapat meredam potensi polemik dan menjaga stabilitas sosial. Partai mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersikap kritis namun konstruktif.
Secara keseluruhan, isu “war tiket” haji menjadi sorotan utama dalam dinamika politik menjelang pelaksanaan ibadah tahun ini. PDIP berkomitmen untuk memastikan proses alokasi berjalan bersih dan adil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan