Media Kampung – 10 April 2026 | Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Prabowo Subianto meminta Garuda Indonesia menggaet maskapai Saudi, Saudia, guna mengoptimalkan penerbangan haji. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Bandara Soekarno‑Hatta.
Budi Karya menambahkan bahwa Garuda selama ini menggunakan pesawat Airbus A330 untuk rute haji ke Jeddah, namun kapasitas penumpang kadang tidak terpenuhi. Akibatnya, beberapa penerbangan kembali dalam kondisi kosong.
Prabowo, yang kini menjadi Ketua Dewan Pengarah Haji, mengusulkan agar Garuda menjalin kode‑sharing dengan Saudia, maskapai nasional Arab Saudi, untuk menambah penumpang pada rute yang sama. Ia menekankan pentingnya sinergi antar maskapai negara sahabat.
Menhub menegaskan bahwa pemerintah tengah mengevaluasi opsi tersebut bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Evaluasi meliputi analisis tarif, hak slot, serta regulasi bilateral antara Indonesia dan Saudi Arabia.
Dalam pertemuan tertutup, Budi Karya menyebut bahwa kerjasama dengan Saudia dapat membuka akses jaringan internasional bagi Garuda, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pasar penerbangan haji yang kompetitif. Ia menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan visi “Indonesia 4.0”.
Prabowo mengungkapkan bahwa penurunan penumpang pada penerbangan haji tidak hanya menambah beban biaya, tetapi juga mengganggu jadwal ibadah jemaah. Ia menilai integrasi layanan Saudia dapat menambah fleksibilitas dan mengurangi frekuensi penerbangan kosong.
Pihak Garuda Indonesia belum memberikan komentar resmi mengenai usulan tersebut, namun sumber internal menyebut bahwa manajemen sedang meninjau potensi manfaat dan risiko kerjasama. Salah satu analis industri menilai bahwa kode‑sharing dapat meningkatkan load factor hingga 10‑15 persen.
Pemerintah juga memperhitungkan faktor keamanan dan standar operasional maskapai Saudia, yang telah memiliki rekam jejak kuat dalam melayani haji. Menhub menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus memenuhi persyaratan keselamatan yang ketat.
Jika kesepakatan tercapai, diharapkan penerbangan haji ke Saudi dapat dilakukan dengan satu pesawat yang mengangkut penumpang tambahan dari Saudia, sehingga mengurangi jumlah penerbangan kembali tanpa muatan. Langkah ini diharapkan menurunkan biaya subsidi pemerintah.
Pengamat ekonomi menilai bahwa optimalisasi armada haji dapat memberikan dampak positif pada neraca perdagangan sektor penerbangan, sekaligus meningkatkan reputasi Garuda di kancah internasional. Namun, mereka mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses negosiasi.
Menhub menutup pernyataannya dengan harapan bahwa keputusan akhir akan menguntungkan semua pihak, termasuk jemaah haji, maskapai, dan negara. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan pembahasan secepat mungkin menjelang musim haji berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan